Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Traveling

Intip “Stupa” Unik di Bawah Laut Gugus Derawan

Published 01/10/2016 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

stupa-bawah-lautTanjung Batu, LiputanIslam.com– Ada stupa-stupa berukuran kecil di sejumlah titik di dasar laut di sekitar Pulau Rabu-Rabu, Kecamatan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Setidaknya sejumlah 19 stupa di sebelah barat dari pulau Rabu-Rabu dan 28 di selatan.

Pulau Rabu-Rabu sendiri berada di antara Kampung Tanjung Batu dan Pulau Panjang. Bentuk stupa memang sederhana. Seperti stupa di Candi Borobudur pada umumnya, lengkap dengan lubang-lubang.

Stupa dibentuk dari perpaduan koral, pasir, dan semen. Bobotnya besar, biasanya perlu empat pria dewasa untuk menggeser satu stupa saja. Stupa juga disebut sebagai reef dome, karena bentuknya seperti kubah atau doom.

Stupa yang di dasar laut di sekitaran Rabu Rabu masing-masing titik terdiri dari tujuh stupa ukuran tinggi 70 centimeter, diameter bawah 65 cm, dan diameter bagian atas 30 cm. Stupa dibentuk dengan sengaja sebagai karang buatan untuk tujuan restorasi terumbu karang di perairan Derawan.

“Dirancang sebagai wahana bawah air untuk penelitian, pendidikan, hingga urusan pariwisata,” kata Abdul Gofur dari Yayasan Nusa Bahari.

Stupa ini dikerjakan para pecinta bawah air yang tergabung dalam Nusa Bahari. Mereka ini memiliki semangat memperbaiki ekosistem bawah laut. Pabrik pencetak stupa sendiri meminjam halaman mess karyawan yang berdiri di atas air di samping dermaga Tanjung Batu.

Nusa Bahari menggandeng perusahaan tambang batu bara PT Berau Coal untuk memuluskan pekerjaan mereka ini. Perairan Rabu Rabu sebagai tempat meletakkan karang buatan berada hanya 30 menit dari Tanjung Batu dengan menggunakan speedboat.

Bandingkan dengan jarak 60 menit dari Tanjung Batu ke Derawan, 90 menit ke Kakaban atau Maratua. Rabu Rabu dipilih sebagai awal gerakan Nusa Bahari lantaran terumbu dan ikan-ikan di sana sebab tak kalah dari pulau-pulau lain di sekeliling Derawan.

Namun sayangnya terumbu karang mengalami kerusakan akibat nelayan menangkap ikan. Gofur mengatakan nelayan menangkap ikan dengan menggunakan bom.

“Dulu hampir setiap hari ada saja nelayan yang melakukan penangkapan ikan di pulau itu. Dulu bom kadang sampai terdengar,” kata Gofur.

Nusa Bahari berupaya mengembalikan keindahan bawah air itu. Karang buatan pun jadi solusi. Aksi meletakkan karang buatan itu sejatinya sudah berlangsung sejak Juli 2016 lalu dan akan terus dilakukan di waktu-waktu ke depan.

Saat pelepasan karang pertama, puluhan stupa dibawa dengan longboat.Kemudian stupa diturunkan ke beberapa titik dalam air, dengan hati-hati, penuh perhitungan, dan dekat terumbu karang yang masih alami.

“Lubang-lubang menjadi tempat bermain ikan. Lama-lama muncul terumbu, menarik ikan. Pada saatnya nanti laut Rabu Rabu jadi kembali indah dan semakin dikenal wisatawan yang ingin menyelam di sana,” kata Gofur.

Harapannya, Rabu Rabu juga bisa dijual seiring tenarnya Pulau Derawan. Kecamatan Derawan, lokasi Rabu Rabu, memang terus menjadi pesona. Gugus pulau di sana dan keindahan bawah laut merupakan tempat bagus untuk diselami ataupun snorkeling saja.

Perairan Derawan tak pernah sepi dari wisatawan. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Berau mencatat 190 wisatawan manca negara dan 5.130 wisatawan dalam negeri bertandang ke Derawan sepanjang tahun 2016 ini. Derawan kemudian menjadi pusat tinggal wisatawan sebelum menjangkau ke Sangalaki, Kakaban, dan Maratua. (ra/kompas)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Traveling

Wisatawan Batalkan Pesanan Hotel Gara-Gara Hoax Jogja Merah

By Rachel
Traveling

Taman Nasional Karimunjawa Dibuka 16 Oktober, Lihat Syarat Kunjungannya!

By Rachel
Traveling

Mengenal Virtual Tour, Jalan-Jalan Digital di Masa Pandemi

By Rachel
Traveling

Pantai Padang Betuah Bengkulu, Destinasi Baru yang Mempesona

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account