Beredar Video Hoax “Kekejaman Syiah terhadap Sunni”, Ini Faktanya

0
4358

Jakarta, LiputanIslam.com –  Sebuah postingan bernada fitnah dan hasutan beredar di aplikasi Ummah dengan muatan hoax terkait dengan sebuah video sensitif yang  tak sedap untuk dilihat karena merekam sebuah aksi kekerasan dan sadis.

Dalam video itu terlihat beberapa orang berseragam tentara melakukan penyiksaan terhadap seorang pria berpakaian sipil di luar negeri, dan oleh pemostingnya yang menggunakan akun Ali Islam di aplikasi Ummah diberi keterangan bahwa kekerasan itu dilakukan oleh orang Syiah terhadap orang Sunni/Ahlussunnah.

“Bagaimana Perlakuan Orang Orang Syiah La’natullahalahi Kpd Saudarah seakidah kita Ahlu Sunnah wal jama’ah (Sunni) Begitu Kejamnya Mereka,” tulis akun tersebut tanpa memberikan bukti dan keterangan apapun untuk mendukung klaimnya.

Mengingat sensitivitas edaran tersebut, LI telah mencoba men-chek fakta dengan mencari laporan dan data terkait video tersebut, dan menemukan fakta bahwa keberadaan video tersebut pernah diberitakan oleh situs berita Daily Mail (DM) yang berbasis di Inggris pada 23-24 November 2019.

Berita itu disertai foto tangkapan layar video kekerasan tersebut dan  keterangan bahwa aksi tak manusiawi itu diduga terjadi di sebuah ladang minyak di kota kuno Palmyra, Suriah, pada tahun 2017.

DM tidak menyebutkan bahwa pelakunya orang Syiah, melainkan empat orang pasukan bayaran Wagner asal Rusia, sedangkan korbannya adalah orang Suriah yang telah disersi dari sebuah satuan.

“Seorang pria yang merekam penyiksaan dan pemenggalan seorang tahanan Suriah diidentifikasi sebagai anggota perusahaan militer swasta Rusia Wagner yang memiliki hubungan dengan Kremlin,” tulis DM.

“Rekaman tersebut diduga telah difilmkan di ladang minyak di sebelah barat Palmyra, Suriah, pada tahun 2017,” lanjutnya.

DM juga menyebutkan bahwa korban diidentifikasi sebagai Mohammed Taha Ismail al-Abdullah, warga negara Suriah, yang dituduh telah meninggalkan sebuah unit yang loyal kepada presiden Suriah Bashar Assad, dan media Rusia menyatakan telah berhasil menggunakan perangkat lunak pengenal wajah untuk mengidentifikasi salah satu pelaku yang terlibat.

Surat kabar Rusia Novaya Gazeta melaporkan bahwa salah satu pria itu bernama Stanislav D, yang diketahui telah bekerja di Wagner, sebuah perusahaan militer swasta Rusia, di Suriah.

Surat kabar itu tidak merilis nama belakang lengkap tentara itu demi keamanan jiwa keluarganya dari kemungkinan pembalasan.

Sedangkan sekretaris pers Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan, “Kami tidak memiliki informasi, dan tidak ada hubungan dengan orang-orang ini.” Dia juga menyatakan bahwa tidak akan ada ‘jawaban’ untuk pertanyaan apakah presiden merasa bahwa penyelidikan pemerintah diperlukan.

Dengan demikian, jelas bahwa video tersebut tak ada kaitannya dengan urusan Sunni-Syiah, dan jelas pula bahwa tindakan kekerasan demikian dipandang sangat buruk oleh masyarakat dunia sehingga mediapun mengangkat dan mempersoalkannya.

Berdasarkan temuan ini maka sudah sepatutnya pengguna media sosial lebih berhati-hati dalam men-share dan hendaknya tidak mudah percaya terutama kepada konten-konten sensitif, terlebih dari sumber yang tak jelas. (mm/ummah/dm)

Sumber link:

Russian Wagner mercenaries are exposed for filming horrifying video of Syrian prisoner being beaten with sledgehammers and beheaded

DISKUSI: