Mengenal Green Terminal Intermoda Pertama di Indonesia

0
4721

Sumber: Mongabay

LiputanIslam.com — Green Terminal Intermoda pertama di Indonesia bernama Terminal Intermoda Joyoboyo [TIJ] yang terletak di Surabaya. Konsep green building tidak selalu menonjolkan banyaknya tanaman di dalam maupun sekitar gedung. Namun, lebih pada tata guna lahan efisiensi penggunaan air, listrik dan energi matahari sebaik mungkin. Seperti TIJ yang memang didesain ramah lingkungan, terutama dalam penggunaan energi dan pemanfaatan air limbah. Air limbah kamar mandi dan wastafel, digunakan kembali untuk menyiram WC atau toilet. Juga, untuk menyiram tanaman, termasuk taman di green wall di utara dan selatan gedung.

Gedung ini dikonsep terbuka sehingga memungkinkan cahaya matahari masuk. Terminal ini juga dilengkapi lift, tangga berjalan, dan tangga biasa. Lampu penerangan di luar gedung, semuanya menggunakan solar panel, sebagai sumber energi listriknya.

Terminal ini juga dirancang sebagai park and ride, yang menunjang objek wisata legendaris di Kota Surabaya, yaitu Kebun Binatang Surabaya yang terletak di bagian utara terminal. Gedung ini juga menjadi solusi terbatasnya lahan parkir di Kota Surabaya, sehingga mengurangi parkir liar.

TIJ dibangun di lahan seluas 8.669 meter persegi. Pembangunannya dilakukan awal 2018 hingga akhir 2019. Dibangun dalam 5 lantai, TIJ mampu menampung sekitar 500 sepeda motor, 350 mobil pribadi, 100 sepeda angin, 16 bus pariwisata, serta angkutan umum yang transit.

Pemerintah Kota Surabaya juga berharap, fasilitas publik ini dapat dimanfaatkan masyarakat. Satu lantai di gedung ini, disiapkan sebagai taman bermain bertema lalu lintas, sehingga anak dapat bermain sekaligus belajar tertib berlalu lintas. Penyediaan ruang terbuka hijau juga menjadikan terminal lebih ramah lingkungan, dan mengurangi polusi udara. Kemudian juga dapat dijadikan objek wisata warga kota, karena akan dilengkapi taman serta area bermain anak.

Rencana di 2020 ini, Pemerintah Kota Surabaya akan menerapkan pembayaran non tunai, menggunakan e-paymet, yang sama dengan kartu pembayaran tol, di semua pelayanan TIJ. Tarif yang dikenakan mengacu peraturan daerah yang mengatur parkir.

Sebelumnya, tahun 2014 lalu, Walikota Surabaya Tri Rismaharini telah menetapkan kota Surabaya sebagai eco city, untuk mewujudkan kota yang bersih, hijau dan hemat energi yang nyaman bagi masyarakatnya. Salah satu penerapan eco city dengan penerapan konsep green building. Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyelenggarakan Green Building Awareness Award bagi pengelola bangunan di Surabaya.

Pemkot Surabaya juga bakal memberikan insentif pemotongan pajak berkisar 25 – 50 persen bagi  pengelola gedung green building. (Ay/Mongabay)

DISKUSI:
SHARE THIS: