Sumber: RRI

LiputanIslam.com — Krisis iklim telah menyebabkan kemarau panjang yang berdampak pada kekeringan ekstrem. Menurut Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Sarwo Edhi terdapat sekitar 100 kabupaten/kota di Indonesia mengalami dampak kekeringan hingga Juli lalu. Total luasnya mencapai 102.746 hektare.

Daerah yang mengalami kekeringan meliputi Jawa Timur seluas 34.006 hektare, Jawa Tengah 32.809 hektare, Jawa Barat 25.416 hektare, Yogyakarta 6.139 hektare, Banten 3.464 hektare, Nusa Tenggara Barat (NTB) 857 hektare, dan NTT 55 hektare.

Lahan terkena puso seluas 9.358 hektare. Sebagaimana ditulis KataData, Jawa Timur adalah daerah yang mengalami puso terluas, 5.069 hektare. Jawa Tengah berada di urutan kedua, 1.893 ha disusul Yogyakarta 1.757 hektare, Jawa Barat 624 hektare dan Nusa Tenggara Timur (NTT) 15 hektare.

Lalu, kekeringan ekstrem akan berdampak pada ketersediaan pangan karena jumlah produksi padi yang menurun. Bahkan, beberapa sumber menyebutkan bisa mengakibatkan krisis pangan. Guru besar Institut Pertanian Bogor Dwi Andreas Santosa memperkirakan penurunan produksi padi di Indonesia mencapai 2 juta ton.

Tidak hanya Indonesia, krisis pangan akibat krisis atau perubahan iklim juga berdampak ke seluruh negara di dunia. Dalam laporannya Agustus 2019 lalu, Perhimpunan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan perubahan iklim telah mengancam pasokan pangan dunia. Lebih dari 10% populasi dunia saat ini mengalami kekurangan gizi dan perubahan iklim akan memperburuk situasi tersebut.

Lebih lanjut menurut laporan itu, secara umum perubahan iklim berdampak buruk pada pertanian dan pasokan pangan. Parahnya lagi, dampak buruk itu lebih terasa di kawasan pedalaman dan negara-negara miskin.

laporan yang disusun oleh 100 ahli dari 52 negara itu menyimpulkan krisis pangan akibat perubahan iklim itu akan memicu krisis lebih besar, misalnya perpindahan lintas-negara. Akibatnya, perubahan iklim tidak hanya berdampak pada negara-negara yang mengalami, tetapi juga pada negara-negara lain tujuan imigran.

Salah satu contoh krisis pangan dan berdampak pada banjir imigran, menurut laporan PBB itu, terjadi di Amerika Selatan. Para imigran dari El Savador, Guatemala, dan Honduras membanjiri Amerika Serikat setelah panas berkepanjangan di negara mereka. Tanpa pasokan pangan cukup, para imigran pun berbondong-bondong menuju negara Paman Sam lewat perbatasan Meksiko.

Lalu apa solusinya?

Lembaga pangan dunia-FAO (Food and Agriculture Organization telah menyuarakan konsep pertanian berkelanjutan untuk menghubungkan antara masalah kedaulatan pangan dengan wacana perubahan iklim.

Pertanian berkelanjutan dipandang FAO sebagai upaya mitigasi penting yang dapat menurunkan emisi karbon.

Pertanian berkelanjutan dilakukan dengan cara merubah sistem pertanian dan sistem pangan, meliputi perubahan ekonomis dan teknis.

Faktor perubahan teknis salah satunya, adalah mencakup ketersediaan benih yang tahan terhadap kekeringan maupun tahan banjir. Selain itu, pertanian modern menggunakan mesin dapat menjadi salah satu bentuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Selain pertanian berkelanjutan, negara pun harus hadir untuk ikut serta memberikan solusi.

Di Indonesia, khususnya Kementerian Pertanian, telah menyiapkan langkah dan strategi untuk mengatasi kekeringan yang berdampak pada kedaulatan pangan dan pertanian.

Strateginya antara lain adalah dari pengaturan penyaluran air, tanam lahan rawa sampai penyaluran bibit-bibit tanaman tahan kekeringan seperti bibit padi Inpara (inbrida padi lahan rawa) dan lain-lain.

Menurut data resmi, ada 11.654 embung pertanian dan 4.042 irigasi perpompaan dibangun periode 2015-2018. Pompa air sudah teralokasi periode 2015-2018 ada 93.860. Kementan juga menyiapkan pasokan air khusus di daerah terdampak kekeringan pakai pompa air sebanyak 19.999.

Selain itu, Kementan pula akan berkoordinasi dan pengawalan monitor ketersediaan air di waduk. Juga mengutamakan jadwal irigasi pada wilayah yang standing cropterdampak kekeringan, menerapkan dan mengawal gilir-giring air pada daerah irigasi yang air terbatas. Kemudian, penertiban pompa-pompa air ilegal di sepanjang saluran irigasi utama. (Ay/Mongabay)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*