Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Pemikiran

Kosmologi Teofani Ala Seyyed Hossein Nasr

Published 18/06/2020 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE
Sumber: The Ismaili

LiputanIslam.com — Seyyed Hossein Nasr atau yang kerap disapa dengan Nasr merupakan pemikir Islam kontemporer yang lahir di Teheran Iran pada 7 April 1933. Ia pernah menuntut ilmu di barat dan menerima dua gelar yaitu: gelar B.Sc. dari Massachusetts Institute of Technology dan gelar M.A. serta Ph.D. dari Universitas Harvard di bawah bimbingan H.A.R. Gibb dengan disertasi berjudul “An Introduction to Islamic Cosmological Doctrine”.

Nasr banyak menuliskan tentang isu ekologi sebagai upaya untuk ikut serta memberikan solusi terhadap krisis ekologi yang makin kritis mendera planet ini melalui kaca mata epistemologinya bernama Scientia Sacra yang kemudian mengarahkannya pada pemikiran kosmologi baru yang peneliti namai dengan kosmologi teofani. Menurutnya, krisis ekologi berasal dari ketidakharmonisan elemen yang ada di alam semesta, yang disebabkan oleh manusia yang tidak bertanggung jawab. Manusia yang tidak bertanggung jawab adalah ciri dari manusia modern.

Bagi Nasr, manusia modern sudah melupakan dan memisahkan diri dari yang Transenden. Ia mengamati dunia barat dan dunia timur yang semakin kritis. Di dunia barat, krisis peradaban modern merupakan produk dari paradigma yang dikembangkan oleh para ilmuan barat sendiri yang telah menghilangkan nilai spiritualitas. Sedangkan di dunia timur, manusia cenderung menjadikan barat sebagai model yang harus diikuti tanpa mengambil pelajaran dan hikmah darinya.

Ada empat karakteristik dunia modern yang dituliskan Nasr, antara lain: pertama, manusia modern bersifat antroposentris yang berpusat pada manusia. Kedua, dunia modern tidak memiliki prinsip-prinsip yang abadi sehingga muncul relativisme dan reduksi terhadap apa yang dihasilkan. Ketiga, dunia modern kehilangan kepekaan terhadap sesuatu yang sakral akibat paham humanisme dan sekularisme. Keempat, dunia modern kehilangan aspek metafisika, sesuatu di balik aspek fisik-empiris.

Dampaknya, Alam hanya dipandang sebagai benda mati yang tidak memiliki makna dan nilai kecuali hanya nilai ekonomis semata. Alam dijadikan pelacur yang bisa dieksploitasi seenaknya tanpa rasa tanggung jawab, sehingga kondisi alam menjadi rusak dan tidak mungkin untuk dinikmati lebih lanjut. Sikap dominasi terhadap alam telah menyebabkan problem over populasi, kurangnya ruang bernafas, kemacetan lalu lintas kota, kelangkaan sumber daya alam, kehancuran keindahan alam, pencemaran lingkungan, peningkatan jenis penyakit fisik dan mental.

Epistemologi scientia sacra menghantarkan kepada penghormatan dan penghargaan terhadap alam atau kosmos dalam terminologi kosmologi teofani, penunjuk dan penyingkap pengetahuan tentang Tuhan. Alam dipandang sebagai makhluk yang menyingkap Tuhan dan Tuhan merupakan zat paling agung yang mengelilingi dan meliputi seluruh alam.

Alam bukan terlihat sebagai materi mekanik yang berdiri sendiri, namun terlihat sebagai teater yang di dalamnya tercermin aspek-aspek Ilahi, seperti beribu cermin yang merefleksikan wajah Tuhan. Memandang alam sebagai teofani berarti memandang alam sebagai tajalli Tuhan, sehingga diartikan bahwa Tuhan berada dimana-mana. Setiap unsur terkecil di alam adalah Tuhan karena Tuhan meliputi segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Maka dari itu, menghargai alam berarti pula menghargai Tuhan. (Ay/Diadopsi dari beberapa sumber)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Pemikiran

Peran Filologi dalam Memahami Teks Filsafat Islam

By Rachel
Pemikiran

Sejarah Penyebaran Manuskrip di Dunia Islam

By Rachel
Pemikiran

Filologi Islam: Definisi dan Sejarah Perkembangannya

By Rachel
Pemikiran

Pentingnya Filologi Islam: Menyelami Warisan, Menegaskan Identitas (2)

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account