Kini, Lapisan Es Greenland Mencair Tujuh Kali Lebih Cepat

0
208

Sumber: Guardian

LiputanIslam.com — Lapisan es Greenland mencair tujuh kali lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Kondisi ini mengancam ratusan juta orang dan menyebabkan keadaan darurat iklim semakin kritis.

Es mencair di Greenland tujuh kali lebih cepat daripada tahun 1990-an lalu. Skala dan kecepatan mencairnya es jauh lebih tinggi daripada yang diperkirakan dalam studi komprehensif ilmu iklim global oleh Panel Perubahan Iklim sebelumnya.

Itu berarti kenaikan permukaan laut kemungkinan akan mencapai 67cm pada tahun 2100, sekitar 7cm lebih tinggi dari prediksi utama IPCC. Tingkat kenaikan seperti itu akan mengancam 400 juta orang akibat risiko banjir setiap tahun, bukannya 360 juta orang seperti yang diprediksi oleh IPCC sebelumnya.

Permukaan air laut yang naik juga akan menambah risiko lonjakan badai. Badai ganas lebih mungkin akan terjadi akibat pemanasan global di wilayah pesisir. Dampak-dampak ini kemungkinan akan menyerang wilayah pesisir di seluruh dunia.

“Ini bukanlah peristiwa kecil atau dampak kecil,” kata Andrew Shepherd, profesor pengamatan bumi di University of Leeds, salah satu penulis utama penelitian ini.

“[Dampak-dampak ini] sedang terjadi dan akan menghancurkan komunitas pesisir.” lanjutnya.

Greenland telah kehilangan 3,8 ton es sejak 1992, dan tingkat pencairan es meningkat dari 33 miliar ton per tahun pada 1990-an menjadi 254 miliar ton per tahun dalam dekade terakhir. Es Greenland berkontribusi langsung pada naiknya permukaan laut seluruh dunia karena merupakan daratan yang luas, tidak seperti es laut terapung yang membentuk sebagian besar sisa lapisan es Arktik.

Sekitar setengah dari pencairan es di Greenland berasal dari pencairan yang didorong oleh suhu permukaan udara, yang telah meningkat jauh lebih cepat di Kutub Utara. Sisanya berasal dari percepatan aliran es ke laut dari gletser yang didorong oleh laut yang kian memanas.

Lautan telah menyerap sebagian besar kelebihan panas yang timbul dari krisis iklim hingga saat ini. Kenaikan permukaan laut didorong tidak hanya oleh pencairan es tetapi juga ekspansi termal laut saat kondisinya menghangat.

Penemuan skala dan kecepatan pencairan es mengejutkan tim dengan anggota 96 ilmuwan tersebut. Penemuan tersebut diterbitkan di jurnal Nature edisi Selasa (10/12) lalu.

Baca juga: Laporan Meteorologi Dunia: Gas Rumah Kaca Kian Meninggi

Tahun puncak pencairan es, menurut penemuan tersebut adalah tahun 2011 ketika 335 miliar ton es mencair. Sejak itu, tingkat rata-rata pencairan telah melambat menjadi 238bn ton per tahun sejak 2013.

Rachel Kennerley, seorang juru kampanye iklim di lembaga Friends of the Earth, mengatakan, “Kami berada dalam keadaan darurat iklim. Dampaknya semakin tebal dan lebih cepat setiap hari. Penelitian terbaru ini merupakan salah satu dalam tumpukan bukti yang terus berkembang yang menunjukkan bahwa kita membutuhkan tindakan nyata, bukan omong kosong. Pemerintah perlu berhenti menyeret kaki mereka dan memberikan pengurangan emisi nyata dan dukungan nyata bagi orang-orang yang rentan yang telah mengalami dampak buruk dari krisis iklim.”

IPCC adalah standar emas untuk ilmu iklim, tetapi beberapa ahli khawatir bahwa temuannya ini tidak memperlihatkan potensi titik kritis iklim, ambang batas di mana kerusakan iklim dipercepat dan menjadi bencana dan ireversibel.

Louise Sime, seorang ilmuwan iklim di British Antarctic Survey, mengatakan, “Temuan ini harus menjadi perhatian besar bagi semua orang yang akan terpengaruh oleh kenaikan permukaan laut. Jika tingkat pencairan es yang sangat tinggi ini berlanjut, ada kemungkinan bahwa titik kritis baru dapat dilanggar lebih cepat dari yang kita duga sebelumnya.” (Ay/Guardian)

DISKUSI: