Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Pemikiran

Bahaya Mikroplastik Bagi Ikan dan Manusia

Published 02/10/2019 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE
Sumber: National Geographic

LiputanIslam.com — Mikroplastik memiliki dua jenis, primer dan sekunder. Keduanya berbahaya bila masuk tubuh, baik tubuh ikan maupun tubuh manusia seperti memicu kanker, degeneratif, atau gangguan pada sistem hormon.

Mikroplastik terbuat dari senyawa-senyawa anorganik yang tidak selayaknya berada di dalam tubuh.

Pada 2018 lalu, Ecoton [Ecological Observation and Wetlands Conservation] telah melakukan penelitian kandungan mikroplastik pada lambung 132 ikan di Sungai Brantas. Berdasarkan riset tersebut, 80 persen lambung ikan mengandung mikroplastik. Akibatnya, ikan menjadi interseksual atau memiliki jenis kelamin tidak menentu karena adanya Endrocine-Disrupting Chemicals [EDC] yang mengganggu sistem hormon. EDC mengganggu pembuahan ikan yang berlangsung eksternal.

Selain mengganggu sistem pembuahan ikan, pengamat lingkungan Universitas Indonesia Tarsoen Waryono menjelaskan bahaya mikroplastik yang berpotensi mencemari lingkungan perairan secara keseluruhan karena tidak dapat hancur dalam tubuh biota perairan.

“Mikroplastik di perairan laut, banyak tertelan oleh hidupan perairan laut, karena bentuknya mirip dengan hidupan planton makanan ikan,” katanya.

Dalam mata rantai makanan, mikroplastik dimakan ikan kecil, kemudian ikan kecil dimakan ikan besar. Mikroplastik tidak dapat hancur dan akan terakumulasi dalam tubuh biota perairan atau laut. Bahkan mikroplastik mampu menembus peredaran darah para hewan yang tinggal di laut.

Tidak hanya ikan, Ecoton juga meneliti kandungan mikroplastik dalam tubuh manusia melalui uji feses manusia. Total 40 feses [kotoran manusia] yang diteliti, dari target 100 sampel yang diperoleh dari partisipan berbagai kota di Jawa dan Bali.

Hasilnya menunjukkan, tak satu pun sampel luput dari kontaminasi mikroplastik. Bentuknya bermacam, ada fragmen, filamen, fiber, dan granula. Dalam 10 gram feses, atau bila digambarkan setara dengan ukuran ibu jari, jumlahnya berkisar 2 hingga 15 partikel per milimeter.

Baca juga: Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Solar di Madura

Penelitian serupa juga pernah diteliti di Austria. Para peneliti dari Environment Agency Austria dan Medical University of Vienna menganalisis sampel feses dari delapan partisipan negara, meliputi Italia, Jepang, Polandia, Belanda, Rusia, Inggris, Finlandia, dan Austria. Hasilnya, seluruh feses partisipan positif mengandung mikroplastik.

Mikroplastik bersifat layaknya transporter, memiliki kecenderungan mengikat bahan-bahan lain seperti limbah, logam berat, deterjen, pestisida, dan racun.

“Ketika masuk tubuh, akan menyumbang chemical plastiknya sendiri, juga akan melepaskan penumpang-penumpang yang dibawa. Itu semua akan diserap tubuh, sementara fisik mikroplastik akan keluar melalui feses karena tidak tercerna,” terangnya. (Ay/Mongabay/Republika/Kompas)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Pemikiran

Peran Filologi dalam Memahami Teks Filsafat Islam

By Rachel
Pemikiran

Sejarah Penyebaran Manuskrip di Dunia Islam

By Rachel
Pemikiran

Filologi Islam: Definisi dan Sejarah Perkembangannya

By Rachel
Pemikiran

Pentingnya Filologi Islam: Menyelami Warisan, Menegaskan Identitas (2)

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account