Apa yang Salah Dengan Marxisme?

0
368

LiputanIslam.com – Banyak kelompok masyarakat yang risih dan takut dengan ide-ide Marxisme. Mereka mewacanakan Marxophobia. Padahal banyak ide-ide penting dalam Marxisme yang dapat membantu kemajuan masyarakat kita.

Kita bisa mengambil contoh May Day. May Day dirayakan di seluruh dunia dan ditetapkan sebagai hari libur internasional. Mengapa kita merayakannya? Hal itu ada hubungannya dengan Marx. Marx lahir di kota Trier Jerman pada 5 Mei 1818. Sebenarnya Marx sangat sedikit menulis tentang komunisme, justru sebagian besar penelitian dan tulisannya membahas tentang masalah sistem ekonomi kapitalis. Baik tulisan maupun aktivismenya mengarah pada penguatan gerakan buruh di Eropa dan di tempat lain di abad ke-19.

Penetapan 1 Mei sebagai hari buruh memiliki banyak kaitan dengan upaya Marx. Marx terkenal dengan karya penelitian tiga jilidnya yang berjudul Das Kapital. Tidak ada universitas terkemuka di mana pun di dunia ini yang akan menolak untuk mengajarkan teori-teori Marx tentang kapitalisme. Marx dipandang sebagai pendiri disiplin sosiologi modern. Dia merupakan ahli teori masyarakat kapitalis. Sebagian besar tulisannya ingin berusaha untuk memahami asal-usul, sifat, dan konsekuensi dari cara produksi kapitalis.

Kapitalisme dapat didefinisikan sebagai suatu sistem di mana pekerja atau buruh menjual tenaga mereka kepada para pemilik modal atau para kapitalis. Marx meyakini bahwa hal itu dapat memunculkan hubungan eksploitasi antara mereka yang memiliki modal dan mereka yang tidak memiliki modal. Dengan dasar eksploitasi, buruh atau pekerja tidak akan mendapatkan kembali dalam bentuk upah maksimum dari perjuangan atau usaha mereka dalam proses produksi.

Masalah utama yang diangkat oleh Marx adalah lamanya jam kerja. Upah yang ditentukan oleh pasar tenaga kerja sedemikian rupa sehingga jumlah jam kerja seorang pekerja menciptakan nilai ekonomi yang melebihi upah yang dibayar oleh si kapitalis kepada si pekerja atau si buruh. Nilai lebih (nilai surplus) inilah yang memungkinkan kapitalis memperoleh keuntungan. Penggunaan nilai surplus ini didefinisikan sebagai eksploitasi oleh Marx. Eksploitasi muncul dari perbedaan antara upah yang dibayarkan kepada pekerja dengan nilai aktual hasil usaha para pekerja.

Marx juga berbicara tentang keterasingan yang orang alami dalam masyarakat kapitalis. Kemajuan teknologi membuat pekerja yang saling bergantung. Hal ini tidak memungkinkan orang untuk mengembangkan potensi penuh mereka sebagai manusia yang kreatif dan sensual. Sehingga mereka menjadi teralienasi dari satu sama lain. Mereka lebih banyak berhubungan dengan mesin atau komputer daripada dengan sesama manusia.

Eksploitasi dan keterasingan adalah dua patologi utama masyarakat kapitalis modern. Kondisi ini pun menurut Marx pada akhirnya akan membuat pekerja sadar sendiri akan situasi mereka. Mereka akan memahami cara kerja sistem kapitalis. Mereka pun akan memahami peran mereka dalam penciptaan nilai, bagaimana upah ditentukan, dan bahwa mereka dieksploitasi. Kesadaran inilah disebut sebagai kesadaran kelas oleh Marx. Marx keliru percaya bahwa kapitalisme akan segera memberi jalan ke sistem yang lebih adil, yaitu sosialisme. Sejarah telah membuktikan bahwa dia salah. Marx memang memiliki pengaruh besar pada masyarakat kapitalis. Banyak perubahan yang dilalui kapitalisme disebabkan oleh tekanan yang dimunculkan oleh kaum Marxis dan gerakan kelas pekerja yang dipengaruhi oleh ide-ide Marx.

Marx merupakan seorang partisipan aktif dalam gerakan kelas pekerja. Dia pun mendirikan Asosiasi Pekerja Internasional pertama yang didirikan di London tahun 1864.

Marx juga bisa dikatakan sebagai inspirator di balik ide May Day atau hari buruh internasional yang jatuh pada 1 Mei di seluruh dunia.

Meskipun perhatian utama ide Marx adalah eksploitasi kelas pekerja, namun pemahamannya tentang kapitalisme dapat diperluas ke arah kritik pemerintah yang korup atau disebut dengan kleptokrasi. Kleptokrasi secara harfiah mengacu pada aturan pencurian. Beberapa pemerintahan didominasi oleh para politisi dan pejabat yang kleptokratis. Mereka menyalahgunakan jabatan dan kekuasaan mereka untuk mengumpulkan banyak kekayaan. Kekayaan tersebut digunakan untuk menambah pendapatan mereka dan proses akumulasi modal. Dan modal adalah salah satu faktor produksi.

Praktik korupsi seperti penyuapan, pemerasan, nepotisme merupakan cara utama akumulasi modal. Bahkan korupsi merupakan salah satu faktor produksi juga.

Terlepas dari prediksi Marx yang salah tentang kapitalisme, Marx bukanlah teoritikus jahat dan ideolog ngeri komunisme yang disaksikan oleh Uni Soviet, Cina, atau Kamboja. Hanya orang yang tidak memahami secara betul ide Marx lah yang takut pada ajaran Marx. Mengajarkan ide Marx di sekolah atau tempat lain bukan untuk mengkhotbahkan komunisme, melainkan untuk mengkritik kapitalisme. (Ay/Sayed Farid Alatas/Malaymail)

 

*Tulisan ini disadur dan diterjemahkan dari Malay Mail

DISKUSI: