Zainal Anshori: JAD Adalah Organisasi Sayap FPI Lamongan

0
220

sumber: Warta Ekonomi

Jakarta, LiputanIslam.com– Amir JAD Nusantara yang kini menjadi narapidana kasus terorisme, Zainal Anshori, menyebut  Jamaah Ansharut Daulah (JAD) merupakan organisasi sayap FPI Lamongan.

Zainal Anshori saat ini tengah menjalani hukuman di LP Nusakambangan. Lewat sebuah video pada Selasa (9/2/2021), Zainal Anshori menjelaskan bagaimana awalnya FPI terafiliasi dengan kelompok JAD.

“Saya ingin sedikit menceritakan perjalanan kami yang mungkin kita mulai dari sekitar tahun 2005 sampai sekarang ini. Kegiatan yang pernah kami ikuti ketika pada tahun 2005 yaitu kegiatan yang berkaitan dengan amar ma’ruf nahi munkar. Memang sebelumnya amar ma’ruf nahi munkar sudah kita laksanakan kegiatan di Lamongan, tapi untuk memperlebar sayap dan memperkuat struktur ini, maka kita koneksi dan kita menyambung dengan FPI pada waktu itu,” jelas Zainal Anshori, seperti dilansir dari Detiknews (9/2).

Pria dengan nama lain Abu Fahry alias Qomaruddin itu bergabung dengan FPI Cabang Lamongan, Jawa Timur, pada 2005-2008.

“Sehingga pada tahun 2005 kita resmi jadi sayap organisasi FPI. FPI dari Dewan Pimpinan Wilayah Kabupaten Lamongan,” ucapnya.

Ia pun mengungkap bagaimana JAD menjadikan FPI sebagai ‘organisasi sayap’ karena memiliki kesamaan dalam kegiatan amar ma’ruf nahi munkar.

Dia juga menyebut JAD akhirnya terkoneksi dengan Habib Rizieq Shihab, yang memberikan semangat untuk semakin giat dalam melakukan amar ma’ruf nahi munkar.

Zainal Anshori juga mengungkap alasan bahwa FPI saat itu memiliki visi untuk menegakkan syariat Islam di Indonesia.

“Kemudian memang pada intinya, kami dari FPI juga mengusung keinginan untuk menegakkan syariat Islam, tapi dengan cara di mana FPI punya gaya tersendiri seperti itulah. Sampai kemudian tahun 2008 kami bertemu dengan salah satu ustaz, yaitu Ustaz Ahmad Abdurrahman, waktu itu kita mengikuti pertemuan itu di Surabaya–saya lupa tempatnya di mana–sehingga di situ kami ketemu dan mengikuti taklim,” katanya.

Zainal Anshori mengklaim, sejak 2008 itu, FPI mengalami perubahan kepada manhaz tauhid dan jihad. Kegiatan ini semakin mengkristal dan menjadi pemahaman bahwa FPI ingin menegakkan syariat islam.

“Di situ titik perubahan kami dari FPI kepada manhaz tauhid dan jihad ini, sehingga pertemuan kami ditindaklanjuti dengan beberapa kali pertemuan dengan Ustaz Ahmad, baik itu tatap muka dan handphone, sehingga ini kita berjalan lama, sampai kemudian mengkristal menjadi sebuah pemahaman bagi kami dan ikhwan-ikhwan kami yang dulunya di FPI dan telah melakukan kegiatan-kegiatan yang di mana force-nya ingin menegakkan syariat Islam itu,” paparnya. (ra/detik)

DISKUSI: