YLKI Tolak Rencana Pemerintah Untuk Buka Mal

0
94

Sumber: jawapos.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menolak rencana pemerintah untuk membuka kembali mal dalam waktu dekat. Rencana tersebut dinilai terlalu dini untuk dilakukan.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, kebijakan pembukaan mal merupakan langkah yang gegabah. Sebab, kasus penyebaran virus corona masih belum berakhir.

“Rencana pembukaan mall di Indonesia khususnya di Jakarta pada 5 Juni yang akan datang saya kira ini kebijakan yang terlalu dini, bahkan terlalu gegabah. Sehingga saya kira YLKI menilak pembukaan mal pada tanggal tersebut,” kata Tulus, Selasa (26/5).

Baca: Virus Corona dan perang Hybrid AS Terhadap China

Dia menilai, seharusnya pembukaan mal dilakukan setelah pemerintah berhasil mengatasi penyebaran virus corona. Jika hal ini tetap dilakukan, maka akan menimbulkan klaster penularan baru.

“Pemerintah harus mengutamakan pengendalian Covid-19. Selesaikan dulu masalah Covid baru masalah ekonomi, tidak bisa terbalik,” ucapnya.

Dia melanjutkan, pembukaan mal juga tidak menjamin para tenant akan mengikuti arahan protokol kesehatan sebagaimana seharusnya. Meski pemerintah telah melakukan himbauan dan mewajibkan untuk mengikuti protokol kesehatan, tapi tetap akan sulit dilakukan.

“Kepada tenant dilapangan tidak bisa melakukan protokol kesehatan walaupun diimbau, diminta dan diwajibkan untuk menggunakan protokol kesehatan tetapi faktanya itu sangat susah dilakukan. Sehingga kita minta pemerintah jangan terlalu dini membuka mal-mal atau tempat khusus yang bisa memunculkan cluster penularan virus corona baru,” terangnya.

Dia juga mendorong Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menolak rencana pemerintah pusat membuka mal pada 5 Juni nanti.

“Saya kira gubernur DKI harus menolak rencana pembukaan mal pada 5 juni itu kalau kurva di Jakarta belum melandai dan itu artinya belum aman pengendalian Covid,” tuturnya. (sh/kompas/liputan6)

 

DISKUSI: