Virus Corona Merebak, Harga Bawang Putih Meroket

0
117

Sumber: tirto.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Harga bawang putih di sejumlah daerah mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan harga bawang putih ini diduga karena adanya virus corona.

Di Pasar Kepala Gading, Jakarta, harga bawang putih telah mencapai Rp 60 ribu per kilogram (kg). Cici, seorang pedagang di pasar tersebut, mengaku mendapatkan cabai dengan harga yang tinggi.

“Saya jualnya RP 60 ribu per kg. Habis dari sananya juga sudah Rp 50 ribu-an lebih,” ucapnya, Jumat (7/2).

Baca: Indef: Target Swasembada Bawang Putih Sulit Tercapai

Dia menuturkan, harga bawang putih naik secara berangsur-angsur selama satu minggu. Menurutnya, kenaikan tersebut terjadi karena adanya virus corona yang mengganggu pasokan sehingga impor dari China terhambat.

“Kayaknya karena corona itu, deh, saya juga nggak begitu paham, soalnya kata yang jual ke saya ini impor dari China. SUdah satu mingguan ini lah berangsur-angsur dari Rp 30 ribu, Rp 40 ribu, Rp 45 ribu, Rp 55 ribu,” kata dia.

Di Bandung, harga bawang putih dibanderol sebesar Rp 50 ribu per kg sampai Rp 60 ribu per kg. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bandung, Elly Wasliah, menyebutkan, harga bawang putih naik dari harga normalnya di kisaran Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu per kg.

“Harga bawang putih di rata-rata pasar tradisional itu mencapai Rp 50 ribu sampai Rp 60 ribu per kg, yang diharga normalnya adalah Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu per kg,” ujar Elly di Balai Kota Bandung.

Dia juga menilai, kenaikan harga bawang putih terjadi karena adanya wabah virus corona. Dia menerangkan, 80 persen bawang putih di Bandung diimpor dari China dan 20 persennya adalah hasil dari produksi lokal.

“Memang 80 persen kebutuhan bawang putih itu dipasok dari China, sedangkan 20 persennya itu dipasok dari lokal,” tuturnya.  (sh/liputan6/medcom)

 

DISKUSI: