Viral Warga Amerika Ajak WNA Tinggal di Bali, Isu Gentrifikasi Mencuat

0
95

ilustrasi turis asing di Bali

Jakarta, LiputanIslam.com—Seorang WNA asal Amerika Serikat keturunan Afrika sedang menjadi perbincangan panas di media sosial. Berawal dari kicauannya di Twitter tentang pengalaman manisnya setahun tinggal di Bali, sejumlah netizen Indonesianya mengecamnya dengan salah satunya isu gentrifikasi.

Sebelumnya, WNA bernama Kristen Gray itu menuliskan di Twitter tentang pengalamannya tinggal di Bali bersama pacarnya setelah kehilangan pekerjaan pada 2019.

Dalam cuitan di akun @kristentootie itu, diketahui ia mencoba untuk tinggal selama enam bulan untuk bekerja sebagai desain grafis di Bali. Namun, wabah Covid-19 membuat mereka tertahan di Pulau Dewata hingga hari ini.

Ia pun menceritakan kepada netizen soal enaknya tinggal di Bali dikarenakan biaya hidup yang murah. Ia membandingkan, biaya menyewa rumah di Bali hanya USD 400 (sekitar Rp5,6 juta).

Harga ini tentu jauh lebih murah dengan saat mereka menyewa apartemen studio di LA yang mencapai USD 1.300 atau sekitar Rp18,3 juta.

Ia juga mengaku senang karena bisa menjalani hidup yang aman, gaya hidup mewah, tempat yang ramah dengan LGBT, dan komunitas kulit hitam di Bali.

Namun, cuitan itu dikritik oleh sejumlah netizen. Pasalnya, Gray tidak hanya bercerita tentang pengalamannya, namun mangajak WNA lain untuk mengikuti jejaknya tinggal di Bali. Bahkan, ia menjual ebook berjudul “Our Bali Life is Yours” tentang panduan bagi orang asing yang ingin tinggal di Bali.

Kritikan netizen salah satunya membawa isu gentrifikasi. Dilansir dari HAI-online.com,  gentrifikasi adalah perubahan sosial budaya di wilayah yang tercipta akibat penduduk kaya membeli perumahan di pemukiman yang kurang makmur.

Akibatnya, warga kurang mampu harus terusir secara ekonomi karena harga sewa dan harga rumah semakin tak terjangkau.

Dengan daya beli Dolar AS yang lebih kuat daripada Rupiah, biaya hidup di Bali bagi orang asing akan terasa lebih murah dibanding warga lokal.

Contohnya dia mengaku ‘hanya’ dengan 400 Dollar AS (Rp 5,624 Juta dengan kurs per (17/1/2021)) ia dapat hidup mewah. Hal ini tentu menjadi ironi karena Upah Minimum Provinsi dan Upah Minimum Kabupaten/Kota di Bali berkisar antara Rp 2,5 hingga 2,7 juta atau seharga 200 dolar Amerika. (ra/beritabali/hai)

DISKUSI: