Viral Santri Tutup Telinga Mendengar Musik, Ini Respon MUI 

0
481

Sumber: Suara

Jakarta, LiputanIslam.com– Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat agar kritis dalam menanggapi video viral yang memperlihatkan sejumlah santri menutup telinga karena alunan musik.

Wakil Sekjen MUI, M Ziyad, mengatakan masyarakat seharusnya tidak asal menduga sampai informasi soal video tersebut bisa lebih diperjelas.

“Di dalam berita itu, tidak dijelaskan di mana posisi santri itu. Ini perlu juga di-clear-kan,” kata Ziyad pada Selasa (14/9/2021).

Dilansir dari detikcom, di dalam rekaman video viral itu, terlihat sekelompok orang berada dalam sebuah tempat. Si perekam video menyebut para santri menutup telinga karena ada alunan musik di lokasi.

Namun, belum ada kejelasan terkait kapan dan di mana lokasi video itu diambil. Tak ada penjelasan juga tentang asal usul santri tersebut.

Meski belum mengetahui jelas perkara sesungguhnya, Ziyad mengatakan bahwa pada dasarnya santri yang sedang menghafal Alquran memang tidak bisa mendengar alunan musik agar hafalannya tetap terjaga. 

“Anak santri ini memang dijaga betul hafalan Alquran-nya termasuk jangan sampai mendengarkan hal-hal yang dapat mengganggu konsentrasi hafalan-nya. Itu salah satunya itu adalah musik. Suara-suara, nggak hanya musik saja gitu,” ujarnya.

Selain itu, Ziyad menyinggung bahwa jika benar tempat tersebut adalah lokasi vaksinasi seperti informasi yang beredar, maka panitia vaksinasi seharusnya mematikan musik pada saat itu.

“Maka justru seharusnya saya bertanya, apakah panitia pelaksana vaksinasi lihat siapa pesertanya. Harusnya menghormati, kalau peserta para santri, penghafal Alquran, maka musik harus dimatikan kalau kita hormati itu. Sebab ada ada santri yang terganggu hafalan-nya makanya santri kemudian menutup telinga,” imbuh Ziyad. (ra/detik)

 

DISKUSI: