TMII Diambil Alih Negara dari Keluarga Soeharto, Ini Kronologinya

0
356

Foto udara kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (8/4/2021). Pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mengambil alih pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dari Yayasan Harapan Kita. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

Jakarta, LiputanIslam.com—Pemerintah mengambil alih pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dari yayasan keluarga Soeharto. Keputusan ini dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) lewat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2021.

Sebelumnya, oleh yayasan keluarga Soeharto mengelola taman senilai Rp 10 triliun ini sejak 1977.

Dilansir dari detikcom, berikut kronologi TMII dari masa kepemilikan keluarga Soeharto hingga akhirnya diambil alih negara:

1972

TMII mulai dibangun

20 April 1975

TMII diresmikan

10 September 1977
Presiden Soeharto membuat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 51 Tahun 1977 tentang Penguasaan dan pengelolaan Taman Mini dimaksud diktum PERTAMA diserahkan kepada Yayasan “Harapan Kita”.

17 Juni 1987
Di hadapan notaris Koesbiono Sarmanhadi dibuat akta persembahan Taman Mini Indonesia Indah dari Yayasan Harapan Kita kepada Negara Republik Indonesia yang diwakili Ibu Siti Hartinah Soeharto, yang bertindak dalam kedudukannya selaku Ketua Yayasan Harapan Kita kepada Bapak Soeharto yang bertindak dalam kedudukannya selaku Presiden RI.

21 Mei 1998
Soeharto lengser

2007

Mensesneg membuat Keputusan Menteri Sekretaris Negara Nomor 1545 Tahun 2007 tentang Pembentukan Tim Pengkajian Pengelolaan Aset TMII, yang bertugas melakukan inventarisasi aset TMII dan melakukan kajian kelembagaan atas pengelolaan aset TMII.

28 Januari 2011
Kementerian Sekretariat Negara meminta kepada Kementerian Keuangan selaku Pengelola Barang untuk merevaluasi tanah Kompleks TMII seluas 1.467.704 m2.

Keluar Surat Direktur Penilaian, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan Nomor SR-37/KN.6/2011 hal Penyampaian Laporan Penilaian Tanah Komplek TMII Aset Kementerian Sekretariat Negara, menyampaikan nilai wajar tanah TMII senilai Rp5.457.460.507.000,00 (lima triliun empat ratus lima puluh tujuh miliar empat ratus enam puluh juta lima ratus tujuh ribu rupiah).

2018
Aset Lainnya dari Yayasan TMII per 31 Desember 2018 dan 31 Desember 2017 sebesar Rp 90.793.868.244 dan Rp 89.955.509.968.

15 September 2020
Sekretaris Kemensetneg Setya Utama pernah menyatakan aset TMII bernilai Rp 10,2 triliun

1 April 2021
Jokowi mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2021. Disebutkan, dengan ditetapkannya penguasaan dan pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah oleh Kementerian Sekretariat Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, penguasaan dan pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah oleh Yayasan Harapan Kita berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 51 Tahun 1977 dinyatakan berakhir. (ra/detik)

DISKUSI: