Sri Mulyani: Defisit APBN Semester I Capai Rp 257,8 Triliun

0
77

Sumber: tempo.co

Jakarta, LiputanIslam.com— Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit APBN pada semester I 2020 mencapai Rp 257,8 triliun. Angka tersebut naik 90,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp Rp 135,1 triliun.

“Sampai dengan semester I, defisit anggaran kita telah terealisasi Rp 257,8 triliun atau negatif,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Kamis (9/7).

Dengan jumlah tersebut, rasio defisit APBN terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 1,57 persen, atau lebih dalam dibandingkan rasio tahun lalu sebesar 0,85 persen dari PDB.

Baca: Atasi Biaya Penanganan Covid-19, Pemerintah dan BI Sepakati Skema Burden Sharing

Defisit tersebut dipicu salah satunya oleh pendapatan negara yang turun hingga 9,8 persen. Pada semester 1 tahun ini, pendapatan negara hanya mencapai Rp 811,2 triliun, turun dari realisasi semester 1 tahun lalu sebesar Rp 899,6 triliun.

“Ini sesuai estimasi kami di mana pendapatan negara akan minus sekitar 10 persen,” ucapnya.

Sri Mulyani menjelaskan, realisasi pendapatan negara pada semester 1 2020 terdiri dari penerimaan perpajakan Rp 624,9 triliun, atau setara dengan 44,5 persend ari target APBN 72/2020 sebesar Rp 1.404,5 triliun. Kemudian, penerimaan negara bukan pajak (PNBP sebesar Rp 184,5 triliun, dan penerimaan hibah Rp 1,7 triliun.

Sementara itu, belanja negara justru mencapai Rp 1.068,9 triliun atau setara dengan 39 persen dari target APBN-Perpress 72/2020 sebesar Rp 2.7392,2 triliun. Angka tersebut tumbuh 3,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1.034,7 triliun.

Kemenkeu mencatat belanja negara terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp 668,5 triliun, naik 6 persen dan belanja transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp 400,4 triliun atau tumbuh 0,8 persen.

Dari sisi pembiayaan, pemerintah telah merealisasikan pembiayaan sebesar Rp 416,2 triliun atau 40 persen dari APBN-Perpress 72/2020 sebesar Rp 1.039,2 triliun.

“Ini mengakibatkan adanya sisa lebih pembiayaan anggaran sebesar Rp 158,4 triliun,” ujarnya. (sh/kontan/katadata)

 

DISKUSI: