Soal Natuna, Menlu RI: China Harus Patuhi UNCLOS 1982

0
103

Sumber: kanal24.co.id

Jakarta, Liputanislam.com– Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI), Retno Marsudi kembali menegaskan posisi Indonesia terkait perairan Natuna. Posisi Indonesia sudah sangat jelas dan tegas bahwa perairan Natuna adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, China harus menghormati kedaulatan Indonesia.

Menlu juga memperingatkan China sebagai negara yang menjadi parties/ anggota United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) tahun 1982. China memiliki kewajiban untuk mematuhi apa yang ada di UNCLOS.

“Nah, apa yang ada di antara lain mengatur mengenai masalah ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) dan sebagainya, sehingga ZEE, penarikan-penarikan garis yang terkait dengan ZEE dan sebagainya yang di Indonesia itu sudah sesuai. Kita hanya ingin Tiongkok mematuhi hukum internasional termasuk di UNCLOS,” ucapnya di Istana Negara, Jakarta pada Senin (6/1).

Selain itu, sampai kapanpun juga Indonesia tidak akan mengakui Nine Dash Line yang diklaim oleh China. “Ini hak berdaulat ya, hak berdaulat kita, sudah jelas, sudah sesuai dengan hukum internasional UNCLOS,” ujarnya.

Baca: Tembak Jenderal Qassem Soleimani, PBNU Kecam Amerika

“Kita hanya ingin RRT/China sebagai anggota dari UNCLOS itu untuk mematuhi apa yang ada di UNCLOS. Jadi intinya itu seperti yang sudah kita sampaikan,” tandas Menlu. (aw/setkab/detik).

DISKUSI: