Siapa Kelola Megaproyek Bukit Algoritma ‘Silicon Valley’?

0
862

Ilustrasi Silicon Valley yang diklaim jadi inspirasi Bukit Algoritma. (iStockphoto/P_Wei)

Jakarta, LiputanIslam.com–Baru-baru ini, kabar rencana pembangunan Bukit Algoritma menjadi sorotan publik. Bukit Algoritma adalah pusat pengembangan industri dan teknologi 4.0 yang diproyeksikan menjadi ‘Silicon Valley’ Indonesia di kawasan Cibadak dan Cikidang, Sukabumi.

Terdapat tiga perusahaan swasta yang akan mengelola Bukit Algoritma, yaitu PT Kiniku Nusa Kreasi, PT Bintang Raya Lokalestari, dan PT Amarta Karya.

Dilansir dari Tempo, Kiniku Nusa Kreasi merupakan perusahaan penyedia solusi teknologi dan komunikasi yang berdiri sejak tiga tahun lalu. Dalam dokumen permintaan sertifikasi elektronik tertarikh 1 April 2019, tertulis bahwa CEO Kiniku Nusa Kreasi adalah Tedy Tri Tjahjono. Tedy juga merupakan Sekretaris Gerakan Inovator 4.0, sebuah gerakan inovasi yang didirikan oleh politikus PDIP sekaligus Komisaris PTPN V, Budiman Sudjatmiko.

Sementara, Bintang Raya Lokalestari yang dipimpin Dhanny Handoko adalah  perusahaan pemilik lahan perkebunan seluas 888 hektare. Lahan inilah yang akan menjadi cikal-bakal kawasan Bukit Algoritma. Status lahan tersebut telah berubah dari hak guna usaha atau HGU menjadi hak guna bangunan atau HGB.

Pada 7 April 2021, Kiniki Bintang Raya KSO menunjuk Amarta Karya alias AMKA, yakni perusahaan badan usaha pelat merah atau BUMN yang bergerak di bidang konstruksi. AMKA memiliki tugas membangun area yang sedang diusulkan sebagai  kawasan ekonomi khusus atau KEK tersebut.

Proyek Bukit Algoritma akan berjalan dalam tiga fase. Pada fase pertama selama tiga tahun, kontraktor akan menyelesaikan pembangunan pusat sains, theme park, pusat kesehatan, pusat pertanian untuk makanan dan gizi pusat kebugaran, serta plaza inovasi.

Saat ini, lokais Bukit Algoritma sudah tercatat di Google Maps. Jika ditarik dari Jalan Tendean, Jakarta Selatan, jarak yang muncul sejauh 109 kilometer. Sementara waktu jarak tempuh mencapai 3 jam 9 menit pada pukul 16.30 WIB. (ra/tempo/cnn)

DISKUSI: