Setelah Drama Panjang, Hakim Akhirnya Izinkan HRS Sidang Offline

0
506

Layar menampilkan suasana sidang perdana kasus pelanggaran protokol kesehatan dengan terdakwa Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Jakarta, Selasa (16/3/2021). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/rwa.

Jakarta, LiputanIslam.com– Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur (Jaktim) yang terdiri dari Suparman Nyompa, M Djohan Arifin, dan Agam Syarief Baharudin akhirnya mengizinkan terdakwa Rizieq Shihab atau HRS untuk mengikuti sidang secara tatap muka (offline).

Dalam sidang yang digelar pada Selasa (23/3/2021), hakim Suparman menyatakan pengabulkan permintaan pemohon untuk sidang tatap muka untuk dua perkara sekaligus. Pertama, perkara nomor 222/Pid.B/2021/PN.Jkt.Tim terkait kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat. Kedua, perkara 226/Pid.B/2021/PN.Jkt.Tim terkait kasus kerumunan dan pelanggaran protokol kesehatan di Megamendung Bogor, Jawa Barat.

“Menetapkan, mengabulkan permohonan pemohon,” kata hakim Suparman.

Dengan dikabulkannya permohonan itu, HRS tak lagi mengikuti sidang virtual dari Rutan Bareskrim dalam sidang selanjutnya. Ia bisa langsung hadir di PN Jakpus sebagaimana perintah hakim.

“Memerintahkan penuntut umum agar menghadirkan terdakwa tiap kali jadwal sidang,” tambah hakim.

Dilansir dari Kompas, hakim mengeluarkan keputusan ini setelah kuasa hukum HRS menyerahkan surat permohonan ke majelis hakim agar siding terdakwa digelar secara offline. Kuasa hukum juga menyerahkan surat jaminan yang memastikan bahwa kehadiran terdakwa di persidangan tak akan menciptakan kerumunan.

“Apabila pemohon melanggar jaminan, maka penetapan (sidang offline) ini akan ditinjau kembali,” kata hakim.

Alasan HRS menuntut sidang offline

Menurut informasi dari pengacara HRS, Aziz Yanuar, alasan di balik permintaan terus menerus sidang offline adalah proses sidang online yang tidak mewadahi pembelaan yang maksimal.

“Karena tidak akan maksimal pembelaan kita kalau online,” kata Aziz pada Selasa (23/3/2021), seperti dilansir dari Detikcom.

Selain persoalan pembelaan, Aziz menyampaikan adanya kendala dan masalah teknis ketika pelaksanaan sidang online. Dia menyebut itu terjadi belakangan ketika persidangan berlangsung online.

“Banyak kendala dan masalah teknis, suara kadang terputus dan gambar juga,” ucapnya.

Kemudian Aziz meyakini perdebatan dalam persidangan online juga akan berbeda kualitas dengan offline. Karena itu, dia mengapresiasi majelis hakim yang pada akhirnya mengizinkan HRS menjalani persidangan secara langsung di ruang sidang. (ra/kompas/detik)

DISKUSI: