Sertifikat Rumah Ibu Dino Patti Djalal Akhirnya Dibekukan BPN

0
91

sumber: Sindonews

Jakarta, LiputanIslam.com– Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melakukan melakukan pemblokiran sementara waktu atas sertifikat rumah ibunda eks Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal.

Menurut Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan Djalil, pemblokiran akan dilakukan hingga kasus mafia tanah yang menimpa ibunda Dino Patti Djalil tersebut selesai dan terbit Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dari kepolisian.

“Aset diblokir, tidak bisa dilakukan apapun atas aset tersebut,” ujar Sofyan pada Kamis (11/2/2021).

Dilansir dari Detik, sertifikat rumah ibunda Dino Patti Djalal saat ini atas nama pihak pembeli dan sudah dijadikan jaminan di bank. Namun sertifikat itu tidak bisa dialihkan dan digunakan.

“Sekarang kan aset atas nama pihak yang membeli dan dijadikan jaminan di bank. Tapi statusnya sertifikat itu tidak bisa dialihkan atau diblokir BPN,” ucapnya.

Sebelumnya, diketahui bahwa ibu dari eks Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal jadi korban komplotan pencuri sertifikat tanah. Sertifikat rumah tiba-tiba telah beralih nama menjadi milik orang lain di Badan Pertanahan Nasional (BPN) tanpa sepengetahuannya.

Terdapat tiga sertifikat tanah milik Zurni Hasyim Djalal, ibunda Dino Patti Djalal yang menjadi objek permasalahan yakni tanah di Cilandak Barat, Pondok Indah, dan Kemang.

Hal ini pertama kali disampaikan oleh Dino Patti Djalal lewat serangkaian cuitan pada 10 Februari 2021.

Agar publik waspada : satu lagi rumah keluarga saya dijarah komplotan pencuri sertifikat rumah. Tahu2 sertifikat rumah milik Ibu saya telah beralih nama di BPN padahal tidak ada AJB, tidak ada transaksi bahkan tidak ada pertemuan apapun dgn Ibu saya,” cerita akun Twitter pribadi @dinopattidjalal.

Dino Patti Djalal menjelaskan modus komplotan mencuri sertifikat tanah tersebut dengan membuat KTP palsu, berkolusi dengan broker hitam dan notaris bodong, hingga pasang figur ‘mirip foto di KTP’ yang dibayar untuk berperan sebagai pemilik KTP palsu. Mereka secara terencana disebut menargetkan sejumlah rumah ibunya yang sudah tidak muda.

“Hari ini, polisi telah mulai usut kasus rumah ibu sy (lihat foto) dan kejar pelakunya. Sebagai keluarga korban, sbg pembayar pajak, saya minta polisi berantas komplotan ini dgn profesional, cepat + tuntas, terutama otak/pimpinannya #berantasmafiatanah,” tegasnya.

Dia pun kemudian memohon kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Kapolda Metro Jaya untuk meringkus semua komplotan mafia tanah yang telah banyak merugikan masyarakat. (ra/detik)

DISKUSI: