Rintihan Pengusaha Hadapi Skenario PPKM Darurat 6 Minggu

0
204

Sumber foto: IDX Channel

a, LiputanIslam.com—Para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) ketar-ketir menghadapi kemungkinan penerapan PPKM Darurat 4 sampai 6 minggu.

Pasalnya, jika skenario ini diterapkan, akan terjadi banyak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Kemudian, para penyewa di pusat pembelajaan juga diperkirakan akan ada yang menutup usahanya.

“Akan terjadi banyak PHK dan juga diperkirakan akan ada penyewa yang menutup usahanya,” kata Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaj pada Selasa (13/7/2021).

Dilansir dari detikcom, ia mengatakan skenario PPKM Darurat diperpanjang bukan hanya akan memberatkan Pusat Perbelanjaan, tetapi semua dunia usaha yang juga akan terdampak.

“Jika ternyata PPKM Darurat diperpanjang sampai dengan 6 minggu maka tentunya akan sangat memberatkan bukan hanya Pusat Perbelanjaan saja tapi juga seluruh dunia usaha,” lanjutnya.

Ia pun menuntut sejumlah bantuan dari pemerintah untuk meringakan beban pengusaha pusat perbelanjaan, di antaranya keringanan pembayaran listrik, gas, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak reklame dan lainnya.

“Diminta tutup tapi tetap ditagih berbagai pungutan dan pajak / retribusi. Pusat Perbelanjaan harus tetap membayar berbagai tagihan meskipun hanya beroperasi secara terbatas bahkan pada saat diminta tutup sekalipun,” katanya.

Sebelumnya, skenario PPKM Darurat 4 sampai 6 minggu disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebagai respon dari tingginya angka COVID-19 di Indonesia.

Menurut Sri Mulyani, APBN akan diperkuat untuk merespons dampak negatif peningkatan kasus COVID-19 kepada perekonomian dan diperlukan akselerasi vaksinasi danefektivitas PPKM Darurat. Pihaknya pun akan kembali melakukan realokasi dan refocusing tahap III untuk mendukung pendanaan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 31 triliun. (ra/detik)

 

DISKUSI: