RI Masuk Bonus Demografi, Menko PMK: Pembangunan SDM Harus Bagus

0
98

Sumber: kumparan.com

LiputanIslam.com— Indonesia telah memasuki masa fase bonus demografi dengan puncaknya pada 2030. Artinya, jumlah penduduk usia produktif mendominasi total penduduk di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendi mengatakan, Indonesia harus merencanakan pembangunan manusia dengan baik.

“Pada saat itu, kalau pembangunan manusia Indonesia bagus, mulai dari proses 1.000 hari kehidupan SMA/SMK hingga perguruan tinggi terhindar dari jebakan-jebakan,” ujar Muhadjir, Sabtu (8/8).

Baca: Ekonomi Minus 5,32 Persen, Ini Kata Presiden Jokowi

Dia mengungkapkan, jika pembangunan manusia dilakukan dengan baik, maka penduduk Indonesia bisa menghidupi dirinya sendiri secara mandiri, menghidupi penduduk yang tidak produktif, dan memiliki pendapatan lebih untuk diinvestasikan atau ditabung.

“Kalau ini besar, maka kemudian masing-masing orang akan punya tabungan besar dan dapat digunakan membangun negara ini,” ungkapnya.

Dia menuturkan, saat ini Indonesia masih bergantung pada pemodal atau investor asing untuk memenuhi lapangan kerja yang jumlahnya sepadan dengan jumlah penduduk produktif. Dia berharap, Indonesia bisa menjadi negara maju.

“Indonesia dapat keluar dari jebakan pedapatan menengah. Bisa menjadi negara maju, unggul, memiliki martabat, dan berdiri sejajar dengan negara maju lain,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. Menurutnya, pembangunan SDM harus dilakukan agar bonus demografi dapat membantu pembangunan nasional.

“Asalkan kita sungguh-sungguh mempersiapkannya, mau melakukan akselerasi, saya yakin dan percaya bonus demgorafi akan kita dapatkan,” ucapnya.

Dia menuturkan, untuk mencapai hal itu, pihaknya terus mendorong agar pelatihan-pelatihan yang menmbangun SDM bisa semakin banyak. Salah satunya adalah dengan memperkuat balai latihan kerja (BLK). Saat ini, BLK sudah ada di 15 provinsi dan akan diperluas ke seluruh provinsi Indonesia. (sh/kompas/antaranews)

 

 

DISKUSI: