Raffi Ahmad Digugat Gara-Gara Hadiri Pesta Usai Divaksin

0
104

Raffi Ahmad (sumber: Tribunnews)

Jakarta, LiputanIslam.com–Raffi Ahmad merupakan salah satu artis Indonesia yang menerima vaksin COVID-19 perdana di Istana Kepresidenan beberapa hari yang lalu. Namun, akibat kehadirannya di sebuah acara pesta usai suntik vaksin, ia digugat oleh seorang advokat publik.

Dilansir JPNN, Raffi diseret oleh advokat publik bernama David Tobing melalui kuasa hukumnya Richan Simanjuntak SH dan Winner Pasaribu.

Dalam keterangan tertulis pada Jumat (15/1), David mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Depok dengan nomor registrasi online PN DPK-012021GV1.

Ia mengajukan gugatan karena menilai Raffi melanggar protokol kesehatan setelah selebritas berusia 33 tahun itu terdokumentasi sedang menghadiri sebuah pesta tanpa menggunakan masker dan tanpa menjaga jarak di kerumunan.

Dilansir dari Tempo (15/1), David meminta agar majelis hakim menjatuhkan beberapa hukuman.

Pertama, Raffi tidak boleh keluar rumah selama 30 hari sejak menerima vaksinasi kedua. Kedua, menyampaikan permohonan maaf dan komitmen untuk mensosialisasikan serta menerapkan protokol kesehatan dan vaksinasi kepada masyarakat di 7 stasiun televisi swasta nasional, yaitu SCTV, RCTI, Trans TV, TV One, Metro TV, Kompas TV dan Indosiar.

Selain itu, permintaan maaf dan sosialisasi juga harus disampaikan melaui akun media sosial pribadi Raffi Ahmad, yakni Instagram dan Facebook serta 7 koran harian nasional seperti Kompas, Tempo, Sindo, Media Indonesia, Merdeka, Republika, dan Jakarta Post. “Masing-masing berukuran setengah halaman,” kata dia.

Keberadaan Raffi dalam sebuah acara pesta pada Rabu (13/1) malam diketahui dari unggahan Instagram story di akun @anyageraldine dan akun pribadinya @raffinagita1717.

Dalam unggahan tersebut, Raffi berkumpul bersama istrinya Nagita Slavina, Anya Geraldine, Gading Marten, dan Sean Gelael tanpa menggunakann masker dan tidak menjaga jarak.

Jika benar melanggar protokol kesehatan, Raffi terancam Pasal 93 UU Karantina Kesehatan No 6/2018. (ra/JPNN/Tempo)

DISKUSI: