Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Alami Pembengkakan Biaya Rp 28 T

0
501

Sumber: detikcom

Jakarta, LiputanIslam.com– Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung dihantui pembengkakan biaya (cost overrun) hingga US$ 2 miliar (Rp 28,6 triliun, asumsi kurs Rp 14.300/US$). 

Menurut PT Kereta Api Indonesia (Persero)/KAI, biaya membengkak akibat keterlambatan proses pembangunan yang dilakukan.

Menurut penjelasan dari Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo, awalnya pembangunan proyek ini berbiaya US$ 6,07 miliar seperti yang telah ditetapkan pada 2016 silam. Proyek ini mendapatkan konsesi selama 50 tahun dan dapat diperpanjang.

“September 2020 sudah ada indikasi cost overrun terkait keterlambatan daripada project ini,” kata Didiek dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (1/9/2021).

Proyek semakin telat rampung akibat pandemi Covid-19. Padahal, targetnya kereta cepat ini bisa beroperasi pada akhir 2022 mendatang.

Dilansir dari CNBC Indonesia, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berupaya menutupi biaya yang membengkak iitu dengan mengajukan penyertaan modal negara (PMN)  kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu). (ra/cnbc)

DISKUSI: