Presiden: Percepat Biodiesel Biar Tidak Mudah Ditekan Negara Lain

0
76

Sumber: setneg.go.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Presiden Jokowi mengaku terus memonitor betul-betul perkembangan program Biodiesel 30 (B30). Sebelumnya pemerintah telah berhasil di B20. Menurutnya, implementasi program biodiesel sangat penting bagi Indonesia agar tidak mudah ditekan-tekan oleh negara lain.

“Akan tidak mudah kita untuk ditekan-tekan lagi oleh negara manapun, terutama melalui kampanye negatif yang dilakukan beberapa negara terhadap ekspor CPO kita, karena kita memiliki pasar dalam negeri yang sangat besar,” ujar di Jakarta pada Senin (23/12).

Program biodiesel akan terus meningkat dari B30 nantinya masuk ke B40, ke B50, dan nanti ke B100. “Bagi saya tidak cukup hanya sampai ke B30. Tadi saya sudah perintah lagi pada Menteri dan Dirut Pertamina untuk masuk nanti tahun depan ke B40 dan awal 2021 juga masuk ke B50,” ucapnya.

Presiden menjelaskan, ada tiga alasan mengapa pemerintah harus mempercepat implementasi program biodiesel. Pertama, pemerintah berusaha untuk mencari sumber-sumber energi baru terbarukan, energi terbarukan, dan juga harus melepaskan diri dari ketergantungan pada energi fosil yang tak sadar suatu saat pasti akan habis.

Kedua, ketergantungan kita pada impor BBM, termasuk didalamnya solar ini cukup tinggi, sementara di sisi lain kita juga merupakan negara penghasil sawit terbesar di dunia. Dengan potensi sawit sebesar itu, Indonesiaa punya banyak sumber bahan bakar nabati sebagai pengganti bahan bakar solar. Potensi itu harus dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional kita.

“Usaha-usaha untuk mengurangi impor, khususnya solar, harus terus dilakukan dengan serius. Kalkulasinya jika kita konsisten menerapkan B30 ini akan hemat devisa kurang lebih Rp63 triliun, jumlah yang sangat besar sekali,” ungkapnya.

Ketiga, yang tidak kalah pentingnya penerapan. Adanya B30 juga akan menciptakan permintaan domestik akan CPO yang sangat besar, selanjutnya menimbulkan multiplier effect terhadap 16,5 juta petani pekebun kelapa sawit kita.

Baca: Mahfud MD Sebut Konstitusi Indonesia Ramah Gender

“Ini artinya program B30 akan berdampak pada para pekebun kecil maupun menengah, petani rakyat yang selama ini memproduksi sawit, serta para pekerja yang bekerja di pabrik-pabrik kelapa sawit,” terangnya. (aw/setkab/kompas).

DISKUSI:
SHARE THIS: