Polisi Angkat Kasus Kerumunan Resto Holywings Ke Penyidikan

0
345

Suasana keramaian di Holywings Kemang. Sumber (Twitter/Tempo)

Jakarta, LiputanIslam.com–Kasus kerumunan di Restoran dan Bar Holywings Tavern Kemang di Jakarta Selatan memicu kontroversi. Polda Metro Jaya pun kini meningkatkan status kasus tersebut ke tahap penyidikan. 

“Dari Kepolisian penegakan hukumnya kita lakukan penyelidikan kemarin, sudah kita klarifikasi beberapa saksi, sekarang sudah tingkat penyidikan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (7/9).

Dilansir dari Republika, terdapat lima saksi yang telah diperiksa oleh kepolisian. Empat orang di antaranya berasal dari Manajemen Holywings. 

Akibat kasus ini, pelaku diduga melanggar Pasal 14 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan ancaman hukuman pidana 1 tahun penjara. 

Menurut informasi dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Selatan, Holywings Kemang sudah tiga kali melanggar protokol kesehatan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). “Pertama itu kurang lebih bulan Februari. Kedua, bulan Maret 2021 dan ketiga sekarang ini,” kata Kepala Satpol PP Jakarta Selatan Ujang Harmawan.

Ujang menambahkan, untuk pelanggaran yang ketiga kali tersebut, manajemen Holywings seharusnya mendapat sanksi penutupan tempat dan denda sebesar Rp 50 juta. Namun demikian, pemberian sanksi tersebut masih menunggu keputusan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Kalau itu kan (denda) Rp 50 juta sesuai pergub. Nanti kita lihat saja perintah dari pimpinan provinsi,” kata Ujang.

Berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Nomor 3 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Covid-19, pelaku usaha, pengelola atau penyelenggara usaha yang melanggar protokol kesehatan bisa dikenakan sanksi administratif mulai dari teguran tertulis, penghentian sementara, denda administratif, pembekuan sementara izin hingga pencabutan izin. (ra/republika)

DISKUSI: