Pesawat Sriwijaya SJ 182 Berumur Tua, Ternyata 2020 Pemerintah Cabut Aturan Batas Usia Pesawat Komersial

0
103

sumber: Pikiran Rakyat

Jakarta, LiputanIslam.com— Pasca jatuhnya pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak dengan nomor penerbangan SJ 182 pada Sabtu (9/1/2021), berbagai pertanyaan muncul tentang penyebab insiden tersebut.

Meskipun investigasi atas kasus kecelakaan ini masih berjalan, sejumlah pihak mempertanyakan apakah usia pesawat SJ 182 dapat menjadi salah satu faktor kejatuhan pesawat.

Dilansir dari BBC (10/1), pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di wilayah Kepulauan Seribu itu sudah berusia total 26 tahun. Penerbangan perdana pesawat klasik Boeing 737-500 itu dilakukan pada Mei 1994.

Sriwijaya Air sendiri menggunakan pesawat ini pada 15 Mei 2012 dengan kode registrasi PK-CLC. Itu artinya, pada saat pertama kali digunakan di Indonesia, pesawat ini sudah berusia 18 tahun.

Namun, usia yang terbilang tua ini tidak melanggar peraturan pemerintah. Pasalnya, memang tidak ada aturan terkait batasan usia pesawat komersial untuk beroperasi.

Sebelumnya, pemerintah pernah menerapkan aturan pembatasan usia pesawat. Dalam Peraturan Menteri Perhubungan No 155 Tahun 2016 Tentang Batasan Usia Pesawat Udara, Pasal 3 menyebutkan pesawat terbang kategori transportasi untuk angkutan udara penumpang yang didaftarkan dan dioperasional untuk pertama kali di wilayah Republik Indonesia, paling tinggi berusia 15 tahun.

Pada tahun 2020, aturan ini dicabut oleh Menteri Budi Karya lewat Peraturan Menteri Perhubungan No.27 Tahun 2020.

Artinya, melalui pencabutan ini, maskapai diberikan relaksasi dapat menggunakan pesawat bekas berusia lebih tinggi dari batasan minimum yang sebelumnya ditetapkan.

Meskipun begitu, menurut pilot Vincent Radiya, seperti dilansir dari Detik (11/1), usia pesawat bukanlah indikator penyebab kecelakaan. Pesawat tua tetap aman diterbangkan jika memang terawat dengan baik.

“Sriwijaya Air ini, saya bukan membela maskapai, track record-nya dari tahun-tahun lalu mereka selalu menggunakan pesawat dari Boeing 737 Klasik, 737 NG sekian lama belum pernah kejadian. Dan, pesawat yang walaupun itu baru ada juga yang kejadian. Jadi kita tidak bisa memasalahkan berdasarkan dari umur pesawat,” jelas Kapten Vincent dalam unggahan videonya di Youtube.

Secara umum, Indonesia memiliki catatan keselamatan penerbangan yang relatif buruk. Selama lebih dari satu dekade, maskapai Indonesia sempat dilarang terbang ke Uni Eropa. Ketika standar penerbangan telah dinilai meningkat, pada 2018 semua maskapai Indonesia dihapus dari daftar hitam UE. Namun, penghapusan itu terjadi sebelum kecelakaan lainnya yaitu Lion Air 737 Max yang jatuh pada Oktober 2018. (ra/BBC/CNBC/Detik/Suara Halmahera)

 

DISKUSI: