Perseteruan Ganjar Pranowo Vs Loyalis Trah Sukarno di PDIP

0
406

Sumber: SINDOnews

Jakarta, LiputanIslam.com– Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, tengah memiliki hubungan tidak harmonis dengan loyalis trah Sukarno di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), terutama setelah sejumlah kader menegur Ganjar agar tidak melulu melakukan pencitraan.

Hal ini disampaikan oleh pengamat politik dari Universitas Padjadjaran, Kunto Adi Wibowo.

“Ini lebih pada mereka yang loyal pada trah Soekarno berusaha [meminta] mereka yang di luar trah Soekarno menghormati trah Soekarno. PDIP besar dan dapat elektabilitas besar gara-gara itu. Mereka berusaha memaksa Ganjar untuk melihat tempatnya lagi, introspeksi diri,” ucap Kunto.

Menurutnya, perseteruan ini dapat dilihat sebagai upaya kader PDIP agar Puan Maharani dapat diusung menjadi capres oleh PDIP pada Pemilu 2024 mendatang. Karena itu, beberapa elite PDIP ini tidak suka dengan manuver politik “pencitraan” Ganjar di media sosial.

Sebelumnya, Puan pun diketahui pernah menyindir sosok pemimpin yang hanya terkenal di media sosial, tapi tak banyak melakukan aksi nyata di lapangan.

 “Pemimpin itu ke depan adalah pemimpin yang ada di lapangan, bukan di sosmed. Pemimpin yang memang dilihat teman-temannya, orang-orang yang mendukungnya. Ada di lapangan, bukan hanya di media,” kata Puan di Semarang, Sabtu (22/5).

Sementara itu, menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno, perseteruan ini sangat wajar karena Puan dan Ganjar sejak awal memang digadang-gadang sebagai sosok capres dari PDIP. Namun dari berbagai hasil survei, tingkat elektabilitas Ganjar jauh lebih unggul daripada Puan.

“Kalau melihat survei, memang Ganjar di internal PDIP paling kuat, mengalahkan nama-nama lain seperti Risma (Menteri Sosial Tri Rismaharini), Ahok (Komisaris Pertamina Basuki Tjahaja Purnama), bahkan Puan kalah lah,” kata Adi saat dihubungi, Senin (24/5).

Merujuk beberapa hasil lembaga survei, nama Ganjar memang selalu mengungguli Puan. Teranyar, pada Minggu (23/5), survei Puspoll Indonesia menyebut, popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas Ganjar jauh berada di atas Puan.

Dari hasil survei Puspoll mengungkapkan bahwa 63,9 persen mengenal Ganjar dan 56,2 persen menyukai Ganjar. Sementara, 59,5 persen mengenal dan 41,4 persen menyukai Puan.

Hasil survei itu juga menyebut bahwa Ganjar lebih pantas menjadi capres maupun cawapres pada 2024 dibandingkan Puan. Persentase kepantasan menjadi capres untuk Ganjar berada di angka 43,4 persen dan 40 persen menilai ia pantas menjadi cawapres. (ra/cnn)

DISKUSI: