Penyerang Novel Dihukum Ringan, Muhammadiyah: Melukai Rasa Keadilan

0
102

Sumber: terkini.id

Yogyakarta, Liputanislam.com– Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti menyebut bahwa hukuman yang dijatuhkan terhadap penyerang Novel Baswedan hingga menyebabkan matanya cacat permanen terlalu ringan dan tidak pas. Hukuman yang diberikan berupa hanya 1 tahun penjara menurutnya tidak sesuai dengan perbuatan terdakwa dan bukti-bukti yang ada.

Banyak fakta-fakta di pengadilan yang terkesan sangat ganjil. Terutama soal pengakuan bahwa pelaku mengatakan tidak sengaja menyiram air keras terhadap Novel. “Tuntutan jaksa itu terlalu ringan dan melukai rasa keadilan,” ujarnya di Yogyakarta pada Senin (15/6).

Bahkan Mu’ti mendorong lembaga negara terkait untuk melakukan penelusuran dan investigasi terhadap proses hukum perkara yang menangani kasus penyerangan Novel. Selain itu, perlu juga lembaga terkait tersebut melakukan penyelidikan terhadap Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Jika hal seperti ini dibiarkan, lanjut dia, maka akan menjadi peristiwa buruk bagi lembaga dan penegakan hukum di Indonesia. “Ini bisa menjadi preseden buruk dan semakin mencoreng pengadilan dan penegakan hukum di Indonesia,” ucapnya.

“Lembaga negara yang terkait seperti Komisi Yudisial, Mahkamah Agung dan lain-lain perlu melakukan penyelidikan terhadap jaksa,” tambahnya.

Baca: Kepala BNPT Sebut Ormas Islam Punya Peran Penting Cegah Terorisme

Sementara hal senada juga disampaikan pakar hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam yang menyebut tuntutan yang diberikan kepada terdakwa terasa aneh dan diluar nalar. Tuntutan ringan menimbulkan spekulasi adanya pihak yang mempermainkan rasa keadilan. Spekulasi ini perlu diurai agar menjadi terang benderang dan rakyat tidak berburuk sangka.

“Bisa dibayangkan, pengungkapan perkara ini sangat lama, setelah dilakukan persidangan ternyata tuntutannya di luar nalar kita semua,” cetusnya.

Saiful juga berharap Presiden Jokowi tidak diam terhadap hal yang mencederai rasa keadilan ini. Bahkan menurutnya, Presiden dapat memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD untuk mencari pihak-pihak yang bermain hukum dalam kasus Novel.

“Presiden Jokowi jangan diam saja, ini saatnya dia memerintahkan kepada Menkopolhukam agar mengusut apakah ada permainan dalam kasus penyiraman air keras kepada Novel,” tegasnya.

Seperti yang telah diberitakan, terdakwa penyerangan dan penganiayaan terhadap Novel Baswedan, Ronny Bugis hanya dituntut 1 tahun penjara. “Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Ronny Bugis dengan hukuman pidana selama 1 tahun,” ucap jaksa saat membacakan surat tuntutan di PN Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (11/6). (ar/detik/rmol).

DISKUSI: