Penyerang Mabes Polri Sebut Nama Ahok di Surat Wasiatnya

0
478

Sumber: Tagar.id

Jakarta, LiputanIslam.com—Polisi menemukan surat wasiat milik pelaku serangan teror ke Mabes Polri pada Rabu (31/3). Dalam surat itu, pelaku Zakiah Aini (25) menyebut nama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Dilansir dari detikcom, surat sebanyak dua lembar itu diawali dengan permintaan maaf dan pernyataan sayang kepada orang tua pelaku.

“Mama, sekali lagi Zakiah minta maaf. Zakiah sayang banget sama Mama. Tapi Allah lebih menyayangi hamba-Nya. Makanya Zakiah tempuh jalan ini sebagaimana jalan Nabi/Rasul Allah untuk selamatkan Zakiah dan dengan izin Allah bisa memberi syafaat untuk Mama dan keluarga di akhirat,” tulisnya.

Di bagian lain, Zakiah meminta keluarganya agar tidak menjadi pendukung Ahok.

“Pesan berikutnya untuk kakak agar rumah Cibubur jaga Dede dan Mama, ibadah kepada Allah, dan tinggalkan penghasilan dari yang tidak sesuai ajaran Islam, serta tinggalkan kepercayaan kepada orang-orang yang mengaku mempunyai ilmu, dekati ustad/ulama, tonton kajian dakwah, tidak membanggakan kafir Ahok dan memakai hijab kak. Allah yang akan menjamin rezeki kak. Maaf ya kak, Zakiah tidak bisa membalas semua pemberian kakak,” lanjutnya.

Respon Ahok

Ahok merespon kabar tentang namanya yang muncul di surat wasiat. Ia mengaku bingung mengapa dianggap kafir.

“Saya juga bingung kenapa dianggap kafir,” katanya pada Kamis (1/4)

Ahok mengatakan, dalam kepercayaannya sebagai umat Kristen, Allah itu adalah Tri Tunggal. Kristen sendiri menjadi salah satu agama yang diakui secara resmi di Indonesia.

“Saya tidak mengerti dengan keyakinan saya seperti di atas dianggap kafir,” sambungnya.

Selanjutnya, Ahok mengaku memaafkan Zakiah Aini dan mendoakan agar keluarganya dikuatkan dan dihibur oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Sebelumnya, diketahui Zakiah Aini menyerang Mabes Polri dengan enam kali tembakan senjata.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut Zakiah Aini beraksi sendiri atau lone wolf. Dia disebut berideologi ISIS.

“Dari hasil profiling yang bersangkutan, yang bersangkutan adalah tersangka pelaku lone wolf yang berideologi radikal ISIS,” kata Jenderal Sigit. (ra/detik)

DISKUSI: