Pemerintah Kembali Rencanakan Vaksin Berbayar Tahun 2022

0
439

Jakarta, LiputanIslam.com– Pemerintah ternyata belum memadamkan keinginan untuk merealisasikan vaksin Covid-19 berbayar. Rencana tersebut kembali muncul saat Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melakukan rapat dengan pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR pada Senin, 13 September 2021.

Dilansir dari Tempo, Budi Gunadi Sadikin dalam RDP itu mengungkap bahwa Kemenkes berencana melaksanakan vaksin Covid-19 booster secara berbayar dan masyarakat bisa memilih vaksin mana yang akan digunakan.

“Jadi, orang-orang bisa memilih mau pakai vaksin apa, ya sama seperti membeli obat di apotek. Jadi, akan kita buka pasarnya supaya masyarakat bisa memilih dan membeli booster vaksin,” tutur Budi.

Menurutnya, Kemenkes berencana menetapkan vaksin Covid-19 berbayar ini dari jenis vaksin yang sudah mendapatkan label emergency use authentically (EUA) dari WHO.

Selanjutnya, ada sekitar 93 juta orang yang ditargetkan untuk mengikuti program vaksin berbayar ini. Sementara, Budi berjanji bahwa pemerintah tetap akan menjamin bahwa vaksinasi booster yang biasanya ditanggung oleh APBN bagi masyarakat yang tergolong sebagai penerima bantuan iuran (PBI).

Vaksinasi yang ditanggung oleh APBN akan diberikan kepada anak-anak yang menginjak usia 12 tahun. Di samping itu, pemerintah juga akan melakukan alokasi dana untuk program vaksinasi  bagi masyarakat yang tak termasuk pekerja bukan penerima upah kelas III yang selama ini dibayar oleh pemerintah daerah.

Walaupun begitu, Budi Gunawan Sadikin menegaskan bahwa rencana vaksin berbayar masih akan dimatangkan lagi, termasuk prosedur dan skema vaksin Covid-19 di dalamnya. (ra/tempo)

DISKUSI: