Pemerintah Batal Potong Insentif Nakes, Ini Jumlah Insentif Sepanjang 2020

0
143

ayoyogya.com

Jakarta, LiputanIslam.com—Setelah ramainya kabar pemotongan insentif bagi tenaga kesehatan oleh Kemenkeu, Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani memastikan bahwa pengurangan itu tidak akan dilakukan pada tahun 2021.

Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI drg. Oscar Primadi, pemerintah menghargai segala upaya tenaga kesehatan dalam menangani Covid-19. Terhitung, sepanjang 2020 besaran insentif untuk tenaga kesehatan yang telah dibayarkan hampir Rp 9 triliun.

“Kita pasti menghargai, pasti pemerintah memberikan penghargaan semua jerih payah apa yang sudah dilakukan tenaga kesehatan dan insya Allah apa yang sudah diberikan tahun 2020 hampir 9 triliun untuk pembayaran insentif ini baik untuk yang ada di pusat maupun di daerah,” katanya pada Kamis (4/2/2021), seperti dilansir dari Kontan.

Ia menegaskan, pemerintah tidak memotong insentif bagi tenaga kesehatan yang berjuang dalam penanganan Covid-19. Kementerian Keuangan bersama Kementerian Kesehatan masih melakukan perhitungan detail belanja untuk penanganan Covid-19 sehingga dukungan penanganannya dapat terpenuhi sampai dengan penghujung 2021.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati diberitakan akan mengurangi besaran nilai insentif yang diterima oleh tenaga kesehatan untuk tahun ini.

Dilansir dari Kompas, besaran pemangkasan insentif tenaga kesehatan tersebut bahkan mencapai Rp 7,5 juta.

Adapun besaran nilai insentif tenaga kesehatan ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan nomor: S-65/MK.02/2021, Surat itu diteken Menkeu Sri Mulyani Indrawati tertanggal 1 Februari 2021 menindaklanjuti surat Menteri Kesehatan Nomor KU.01.01/Menkes/62/2021 tanggal 21 Januari 2021 tentang Permohonan Perpanjangan Bagi Tenaga Kesehatan dan Peserta PPDS (program Pendidikan Dokter Spesialis) yang Menangani Covid-19.

Di dalam surat tersebut dirinci, untuk insentif dokter spesialis besarannya Rp 7,5 juta sementara untuk dokter peserta PPDS Rp 6,25 juta, dokter umum dan gigi Rp 5 juta, bidan dan perawat Rp 3,75 juta, tenaga kesehatan lainnya sebesar Rp 2,5 juta. Sementara itu, santunan kematian per orang sebesar Rp 300 juta. (ra/kontan/kompas)

DISKUSI: