PDIP Sebut Pemprov DKI 3 Tahun Tak Lakukan Apa-apa untuk Atasi Banjir

0
143

sumber: Tempo

Jakarta, LiputanIslam.com—Ibu Kota kembali diterpa banjir di sejumlah titik sejak Jumat (19/2) kemarin. Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, menyebut hal ini terjadi karena pemprov DKI tidak melakukan apa-apa selama 3 tahun untuk mengatasi banjir.

Dihubungi pada Jumat (19/2), Gembong menilai pemprov hanya menjalankan program-program rutin, misalnya pengerukan waduk dan kali.

“Pengentasan persoalan banjir, tapi kalau mau jujur sudah hampir 3 tahun ini Pemprov DKI tidak melakukan apa-apa, kecuali menjalankan program-program rutin, misalnya pengerukan waduk dan kali,” katanya, seperti dilansir dari detik.com.

Gembong mengatakan tidak ada program penyelesaian banjir yang bersifat permanen. Tak hanya itu, normalisasi atau naturalisasi yang dipamerkan Pemprov DKI Jakarta tidak pernah dieksekusi lantaran tidak ada kemauan.

“Program pengentasan banjir yang bersifat permanen dan berkelanjutan tidak ada, normalisasi ataupun naturalisasi hanya sebatas perdebatan di ruang publik, eksekusi di lapangan tidak nampak, karena nggak ada kemauan, sebab normalisasi itu kan program pemerintahan sebelumnya, maka (Gubernur DKI Jakarta) Anies mewacanakan program barunya namanya naturalisasi, tapi di lapangan nggak dieksekusi juga,” ucapnya.

“Drainase vertikal yang digadang-gadang mampu mengentaskan banjir, pada kenyataannya tidak memberi dampak yang signifikan,” ujarnya.Lebih lanjut Gembong menyinggung program drainase vertikal yang disebut bisa menyelesaikan banjir. Selain itu, kata dia, Anies Baswedan menurutnya tersandera janji kampanye untuk tidak menggusur, padahal itu bisa menyelesaikan persoalan banjir sekaligus penataan permukiman.

“Pak Anies jangan tersandera janji kampanye, yang tidak akan melakukan penggusuran, namun mengorbankan warga lainnya, padahal kalau penataan permukiman di DAS (daerah aliran sungai) dilakukan, maka 2 pekerjaan sekaligus dapat dilaksanakan, penanganan banjir iya, penataan permukiman juga iya,” imbuhnya.

Hingga Jumat 19 Februari 2021 malam per pukul 18.37 WIB, titik banjir di DKI Jakarta kembali bertambah. Total ada 99 RT yang terdampak banjir di Jakarta. Hingga pagi hari, banjir menggenangi Jakarta Selatan hingga Jakarta Timur dengan ketinggian di salah satu titik mencapai 2 meter. (ra/detik)

DISKUSI: