Sumber: kabarjatim.com

Jakarta, Liputanislam.com– Kepala Perpustakaan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Syatiri Ahmad mengatakan bahwa pihaknya saat ini terus berupaya mengumpulkan kitab dan karya-karya ulama Nusantara. Pengumpulan dan penyelamatan karya tersebut sangat penting dilakukan sebagai warisan intelektual ulama Nusantara kepada Islam dan bangsa.

“Karya-karya ulama nusantara itu sekecil apa pun itu, walau satu lembar kertas, itu adalah bukti nyata dakwah para ulama kita. Mereka punya peran penting dalam pengembangan dakwah Islam di Indonesia,” ucapnya di Perpusatakaan PBNU, Jakarta pada Kamis (13/2).

Menurutnya, Perpustakaan PBNU saat ini membagi koleksi menjadi dua, yakni primer dan sekunder. Koleksi primer terdiri dari dokumen penting organisasi dan karya ulama NU, seperti hasil keputusan Munas-Konbes NU dan Muktamar NU. “Kira-kira sudah ada sekitar 6.000 dokumen NU dan karya ulama NU yang kita kumpulkan. Kalau yang spesifik biografi dan karya ulama NU, itu mungkin sekitar 300-an,” terangnya.

Sementara kitab-kitab yang masuk kategori sukunder terdiri dari karangan ulama dari berbagai belahan dunia berupa kitab kuning. Kitab tersebut memang kerap dijadikan rujukan para ulama NU dalam forum Bahtsul Masail, suatu forum yang membahas berbagai masalah aktual yang dihadapi.

Baca: Demi Lindungi 260 Juta, Pemerintah Tolak Pulangkan WNI Eks ISIS

“Yang sekuder diantaranya ya kitab-kitab kuning ini. Ini kitab rujukan untuk kajian Islam. Di NU ada forum Bahtsul Masail, dan itu ada kajian yang sifatnya aktual,” katanya.

Perlu diketahui, Perpustakaan PBNU dibuka setiap hari dari Senin hingga Jumat. Perpustakaan melayani dari pukul 19.00 hingga 17.00 WIB. (aw/republika).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*