Pandora Papers Sebut Nama Airlangga dan Luhut dalam Skandal Pajak

0
719

Sumber: CNBC

Jakarta, LiputanIslam.com– Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan disebut-sebut di laporan Pandora Papers sebagai pengusaha yang memiliki aset dan perusahaan cangkang di negara bebas pajak.

Menurut catatan Pandora Papers, Airlangga Hartarto dan adiknya, Gautama Hartarto, memiliki perusahaan cangkang di British Virgin Islands, yurisdiksi bebas pajak di kawasan Karibia.

Keduanya disebut menjadi klien dari Trident Trust, sebuah perusahaan finansial yang berkantor di sejumlah negara suaka pajak.

Dua perusahaan milik Airlangga bernama Buckley Development Corporation dan Smart Property Holdings Limited. Sementara itu, perusahaan Gautama bernama Ageless Limited.

Dilansir dari Tempo, kedua anak bekas Menteri Perindustrian Hartarto Sastrosoenarto itu disebut mendirikan perusahaan cangkang sebagai kendaraan investasi serta untuk mengurus dana perwalian dan asuransi. Arsip Pandora Papers itu menyebutkan perlu dilakukan uji tuntas terhadap aktivitas perusahaan mereka.

Selain Airlangga dan adiknya, pejabat lain yang tercatat dalam Pandora Papers adalah Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut disebut menghadiri rapat direksi perusahaan bernama Petrocapital SA, yang terdaftar di Republik Panama. Luhut tercatat hadir langsung dalam beberapa kali rapat yang berlangsung selama 2007-2010.

Luhut pertama kali ditunjuk menjadi Presiden Petrocapital dalam rapat yang digelar 19 Maret 2007. Ia dipilih bersama dua orang lain dan berkantor di Guayaquil–400 kilometer sisi barat daya ibu kota Ekuador, Quito. Pertemuan itu juga mengesahkan perubahan nama perusahaan dari Petrostar International SA menjadi Petrostar-Pertamina International SA.

Pandora Papers merupakan dokumen berisi bocoran data finansial dari 14 agen perusahaan di negara suaka pajak. Konsorsium Internasional Jurnalis Investigatif atau International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) memperoleh data berukuran hampir 3 terabita itu dari sumber anonim. (ra/tempo)

DISKUSI: