Pandemi Corona, DPR: Indonesia dalam Kondisi Darurat Pendidikan

0
95

Sumber: suara.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Ketua Komisi X DPR RI Saiful Huda menilai Indonesia saat ini tengah menghadapi keadaan darurat pendidikan akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Syaiful mengatakan, kegiatan belajar murid sekolah dan mahasiswa di masa pandemi harus dilakukan dengan jarak jauh sehingga proses pendidikan tidak maksimal.

“Kita sedang menghadapi darurat pendidikan di Indonesia. Kenapa darurat pendidikan? karena anak-anak kita tidak maksimal bisa belajar,” kata dia, Sabtu (27/6).

Baca: Ma’ruf Amin: Pendidikan Kunci Masa Depan Indonesia

Berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), daerah dengan status Covid-19 zona merah, oranye, dan kuning tidak boleh melaksakan pendidikan tatap muka. Untuk itu, pembelajaran harus dilakukan secara jarak jauh.

Menurutnya, belajar dari rumah tidak efektif karena Kemendikbud belum menyiapkan adaptasi kurikulum. Selain itu, tidak semua sekolah dapat melaksanakan pembelajaran jarak jauh karena keterbatasan sarana dan prasarana.

“Tidak semua sekolah bisa menyelenggarakan pendidikan jarak jauh, orang tua tidak punya pulsa, sekolah juta tidak punya kuota, dan seterusnya,” terangnya.

Di samping itu, banyak sekolah swasta yang kolaps karena orang tua siswa tidak bisa membayar SPP. Hal ini terjadi karena dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menimpa orang tua siswa akibat pandemi Covid-19.

“Jadi banyak sekolah swasta yang kolaps, dari sekian ribu sekolah banyak yang kolaps karena orang tua tidak bisa membayar SPP dan sebagainya,” ujarnya.

Dia melanjutkan, pandemi Covid-19 juga bisa berdampak pada perkembangan gizi anak-anak karena menurunnya penghasilan orang tua. Orang tua tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan makanan bergizi untuk anak-anak.

“Pendapatan orang tua turun akhirnya tidak bisa memberikan makanan yang bergizi bagi anak-anak Indonesia. Risikonya adalah semakin banyak anak-anak Indonesia yang masuk pada fase yang disebut stunting,” tuturnya. (sh/kompas/republika)

DISKUSI: