Oxfam: Kelaparan Merenggut Lebih Banyak Nyawa Dibanding Korban Covid-19

0
142

Sumber: law-justice.co

LiputanIslam.com— Oxfam, organisasi internasional yang fokus untuk mengurangi kemiskinan di dunia, memperingatkan bahwa angka kematian yang disebabkan oleh kelaparan saat pandemi Covid-19 bisa lebih tinggi dibandingkan kematian akibat terinfeksi virus corona sendiri.

Oxfam menyebut, setiap tahunnya jutaan orang hidup dalam kelaparan. Pada 2019, sebanyak 821 juta orang diperkirakan tidak memiliki cadangan pangan yang cukup dan 149 juta di antaranya berada di tingkat krisis kelaparan atau lebih buruk.

Kondisi tersebut diperburuk dengan adanya pandemi virus corona. Kematian akibat kelaparan diperkirakan mencapai 12 ribu orang per hari pada akhir 2020. Sedangkan, menurut catatan Johns Hopkins University, angka kematian tertinggi akibat Covid-19 sebanyak 8.890 orang pada 17 April lalu.

Baca: Atasi Biaya Penanganan Covid-19, Pemerintah dan BI Sepakati Skema Burden Sharing

“Jika kita tidak bertindak sekarang, sebanyak 12 ribu orang per hari bisa mati akibat kelaparan,” tulis Oxfam, dikutip pada Selasa (14/7).

Oxfam mengidentifikasi 10 negara dengan krisis kelaparan terparah di dunia dan memburuk akibat pandemi, yakni Yaman, Kongo, Afghanistan, Venezuela, Sahel di Afrika, Ethiopia, Sudan, Sudan Selatan, Suriah, dan Haiti. Negara-negara ini menyumbang 65 persen orang yang menghadapi kelaparan tingkat krisis secara global.

Selain itu, negara-negara berpenghasilan menengah, seperti India, Afrika Selatan, dan Brazil, tercatat mengalami peningkatan tingkat kelaparan. Jutaan orang mengalami perubahan hidup drastic akibat dampak sosial dan ekonomi dari pandemi. (sh/Oxfam/cnnindonesia/tribunnews)

 

 

DISKUSI: