Nama AHY Melejit di Bursa Capres 2024 Berkat Polemik Demokrat

0
957

Sumber: Warta Ekonomi

Jakarta, LiputanIslam.com—Nama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kian populer di tengah polemik di tubuh partainya. AHY masuk daftar empat besar calon terkuat di bursa Pilpres 2024. Hal ini terungkap dari hasil survei yang dilakukan oleh IndEX Research.

Survei IndEX Research dimana nama AHY melejit ini dilakukan pada tanggal 25 Februari—5 Maret 2021 terhadap 1.200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Survei dilakukan melalui telepon kepada responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2018. Margin of error ±2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dilansir dari Tempo, mulanya nama AHY berada di papan bawah. Namun seiring dengan polemik Demokrat, namanya melesat ke empat besar. Sementara itu, Prabowo Subianto masih menjadi calon terkuat di Pilpres 2024.

“Prabowo, Kang Emil, dan Ganjar mantap sebagai top three capres 2024, dibayangi AHY yang tembus ke empat besar,” kata peneliti IndEX Research Hendri Kurniawan dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat (12/04).

Elektabilitas Prabowo fluktuatif di kisaran 19—22 persen sejak survei pada bulan Mei 2020 hingga November 2020 dan kini pada survei Maret 2021 mencapai 20,4 persen.

Ridwan Kamil yang pada survei Mei dan November 2020 hanya 7—8 persen, kini bertengger di urutan kedua dengan elektabilitas 14,1 persen.

Ganjar dari survei Februari 2020 hanya 9 persen, melejit ke 14—15 persen pada survei Mei dan November 2020, dan kini tergeser menjadi 13,5 persen.

“Prabowo masih sangat potensial dimajukan kembali pada Pemilu 2024 dengan lawan potensial antara Kang Emil atau Ganjar,” kata Hendri

Yang menarik, lanjut Hendri, AHY dari survei Agustus dan November 2020 hanya 1—2 persen, dalam waktu cepat menyalip sejumlah nama, kini elektabilitasnya mencapai 7 persen.

“AHY diuntungkan oleh pertarungan internal di Partai Demokrat sebagai capres unggulan dari kalangan oposisi,” kata Hendri.

Adapun, Moeldoko yang mengudeta kepemimpinan Partai Demokrat hanya mampu meraih elektabilitas 0,4 persen atau di bawah 1 persen.

“Kesan AHY sebagai figur yang dizalimi tampaknya mendulang simpati dari publik,” tandas Hendri.

Ia menjelaskan bahwa peta capres ini masih dinamis dan sangat mungkin berubah banyak dalam 3 tahun ke depan. (ra/tempo)

DISKUSI: