Mundur dari Kubu Moeldoko, Razman Arif: Nazaruddin Jadi Beban

0
457

Razman Arif. Sumber: modusaceh.co/

Jakarta, LiputanIslam.com—Mantan Kepala Bidang Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat kubu Moeldoko, Razman Arif Nasution , mundur dari kubu tersebut, salah satunya gara-gara keberadaan Nazaruddin.

Namun, Razman menyanggah bahwa dirinya akan merapat ke kubu AHY.

“Bukan berarti bahwa kubu AHY sudah benar. Saya tetap melihat AD/ART yang dilahirkan 2020 cacat. Saya tak bergeser dari situ, tapi menurut saya keberadaan Nazaruddin adalah beban bagi partai Demokrat hasil KLB. Kenapa jadi beban? Itu pertimbangan saya sendiri,” kata Razman di kantornya, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (2/4/2021).

Dilansir dari detikcom, Razman menilai Nazaruddin sering ikut campur urusan-urusan hukum yang semestinya menjadi tugasnya. Selain Nazaruddin, Razman juga mengaku kerap berselisih paham dengan Inisiator KLB PD, Darmizal.

“Saya lawyer profesional, saya pernah (jadi) ketua salah satu DPP partai pusat, DPRD, saya ngerti hukum dan politik, saya freedom, saya bebas, saya nggak bisa jika ada upaya-upaya yang patut diduga melakukan intervensi pada saya, apalagi dia tak mengerti hukum. Karena itu saya merasa sangat tak sejalan dengan saudara Darmizal dan Nazaruddin,” tambahnya.

Selain itu, Razman menyalahkan kubu Moeldoko karena tidak berupaya melengkapi kekurangan berkas hukum hingga berujung ditolak pemerintah.

Ia mengaku khawatir kalah dan reputasinya rusak jika terus berada di kubu Moeldoko.

“Idealnya menurut saya ini dirapatkan dengan orang-orang hukum. Saya ketua tim advokasi hukum bukan didiamkan tapi begitu ini keluar, memukul ini semua termasuk saya. Jadi saya khawatir di persidangan nantinya termasuk PN Jakpus saya tak mampu menyajikan data-data yang faktual. Sama dengan saya bunuh diri dan merusak reputasi saya,” ucapnya. (ra/detik)

DISKUSI: