Mulai 12 Juli, Naik Pesawat Wajib Pakai Hasil PCR dari 742 Lab

0
422

Jakarta, LiputanIslam.com—Pemerintah tengah berupaya menghindari pemalsuan sertifikat vaksinasi dan hasil tes PCR untuk syarat penerbangan.

Dimulai tanggal 12 Juli ini, pemerintah akan memberlakukan aturan baru bahwa penumpang pesawat wajib memakai hasil swab PCR/Antigen dari lab yang sudah terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan.

Saat ini, terdapat 742 Lab yang sudah terafiliasi dengan Kemenkes. Data mengenai lab-lab tersebut ditampung di big data Kemenkes yang diberi nama New All Record atau NAR. Seluruh big data NAR ini terkoneksi dengan aplikasi Pedulilindungi.

Karena itu, pemerintah akan menggunakan aplikasi Pedulilindungi dalam proses check-ini di bandara.

Aturan ini bakal diuji coba untuk penerbangan rute Jakarta-Bali dan Bali-Jakarta, mulai Senin, 5 Juli 2021 sampai 12 Juli 2021.

“Untuk lab-lab yang belum memasukkan data ke NAR, mulai hari Senin, 12 Juli 2021 hasil swab PCR/antigennya tidak berlaku untuk penerbangan,” demikian keterangan Menteri Kesehatan Budi Gunadi, seperti dikutip dari Tempo, 5 Juli 2021.

Dengan sistem integrasi, Kemenkes akan membuka akses bagi operator transportasi udara untuk melakukan pengecekan kesehatan penumpang secara otomatis dengan menunjukkan QR code di aplikasi Pedulilindungi atau menunjukkan nomor NIK di counter check-in, sehingga penumpang tidak perlu lagi menunjukkan dokumen hardcopy.

Menkes Budi mengatakan, dengan mekanisme di atas, maka bisa dipastikan bahwa hanya penumpang yang sehat yang bisa masuk ke pesawat. “Dengan mekanisme baru ini, maka pengecekan kesehatan penumpang dilakukan saat keberangkatan dan bukan saat kedatangan sehingga bisa membuat para penumpang merasa lebih aman dan nyaman,” tutur Budi.

Sebagai langkah awal, penumpang pesawat udara sebelum melakukan perjalanan udara adalah wajib menginstall aplikasi Pedulilindungi. Selanjutnya penumpang melakukan proses registrasi dan penumpang mendapatkan user account. (ra/tempo)

DISKUSI: