MUI Sebut Pembuat Kebijakan Perlu Diberikan Wawasan Keislaman

0
48

Sumber: jurnalislam.com

Jakarta, Liputanislam.com– Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis mengajak para pendakwah untuk berdakwah di kalangan pejabat atau pembuat kebijakan. Hal itu dinilai penting, sebab pembuat kebijakan perlu diberikan wawasan keislaman yang baik agar tidak kering dalam kebijakannya.

“Ya semuanya menjadi sasaran kita. Prioritasnya tentunya adalah dakwah kepada orang yang mempunyai pengaruh besar kepada orang lain sehingga mempunyai high impact, baik dari sisi kebijakan, maupun secara struktural,” ucapnya di Jakarta pada Minggu (21/6).

Wawasan keislaman juga penting bagi para pembuat kebijakan agar setiap kebijakan yang dikeluarkan sesuai dengan tuntunan Islam. Terlebih setiap kebijakan itu akan berdampak luas dan dirasakan langsung oleh masyarakat. “Nah, sering kali banyak orang sekarang yang semangat beragama tetapi tidak diimbangi dengan pemahaman agama yang cukup,” ujarnya.

Kiai Cholil juga mengkritisi orang yang memisahkan antara ibadah dan aktivitas kehidupan sehari-hari. Terkadang mereka termasuk potensial tetapi berhenti bekerja karena menginginkan Islam yang murni. “Mereka yang potensial tiba-tiba berhenti kerja semata-mata hanya ingin Islam yang murni. Sebetulnya bagi Islam bisa sambil kerja. Nah ini perlu dipahamkan bahwa, agama tidak memisahkan dari kehidupan,” terangnya.

Baca: Tunda RUU HIP, Stafsus Presiden: Pemerintah Beri Kesempatan DPR Berdialog dengan Masyarakat

“Agama dan kehidupan bukan sesuatu yang terpisah. Agama adalah inheren pada kehidupan itu sendiri. “Fiddun’ya hasanah wa fil akhirati hasanah,” tambahnya. (ar/republika/msn).

DISKUSI:
SHARE THIS: