Mudik Dilarang Lagi Tahun Ini, Pekerja Transportasi Menjerit

0
822

Terminal Cicahuem, Bandung. Sumber: ayobandung.com

Jakarta, LiputanIslam.com—Pemerintah resmi kembali melarang mudik untuk Lebaran 2021. Kebijakan ini merugikan sejumlah pihak, terutama pekerja transportasi yang meraup penghasilan di momen Idulfitri.

Kekecewaan atas kebijakan ini disampaikan oleh sejumlah sopir bus di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Jawa Barat. Saat ni mereka terancam tak bisa beroperasi, seperti tahun lalu karena pandemi Covid-19.

“Dengan kebijakan seperti itu tentu berdampak bukan hanya perusahaan tapi kami juga sebagai sopir,” kata Anto (42), sopir bus AKAP jurusan Bandung-Surabaya, saat ditemui di Terminal Cicaheum, Bandung, Jumat (9/4).

Dilansir dari CNN Indonesia, Anto menerangkan tahun lalu saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pendapatanya menurun drastis hingga 70 persen. Selain itu, dia mengaku bantuan yang dijanjikan pemerintah tak kunjung diterimanya.

“Kayak tahun kemarin itu kami para sopir merugi. Kami tak dapat bantuan baik dari pemerintah maupun perusahaan. Bantuan hanya sembako dari desa,” ujarnya.

Ia pun berharap kebijakan pemerintah dapat memberikan relaksasi terhadap moda transportasi bus. Salah satunya tidak menutup akses transportasi secara total.

“Semoga terminal tidak ditutup. Waktu PSBB tahun lalu tetap diperbolehkan jalan dengan protokol ketat, misal kapasitas 40 diisi 20. Kalau ditutup semua susah saya,” kata Anto.

Keluhan serupa juga disampaikan Kurdi (50), sopir bus AKDP Bandung-Cirebon. Kurdi mengaku hanya bisa pasrah mengikuti kebijakan yang telah ditelurkan pemerintah.

“Kalau saya hanya bisa mengikuti kebijakan yang ada. Kalau pemerintah inginnya kayak gitu, ya saya ikuti saja lah, bagaimana pemerintah saja,” ujarnya.

Meskipun demikian, Kurdi mengaku kecewa dengan kebijakan pelarangan mudik karena bakal menurunkan pendapatan dirinya dan sejumlah rekan-rekan yang memang mencari nafkah di jalan tersebut.

“Ya bagaimana lagi. Aturan dari pemerintahnya gitu, ya kita ikutin saja lah,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi pendapatan harian, Kurdi dan istri berinisiatif untuk mencari penghasilan lain dengan cara berjualan di rumah.

“Kalau di rumah saya enggak dapat bantuan, tapi istri jualan,” katanya.

Selain di Bandung, keluhan serupa juga disampaikan oleh pekerja transportasi umum antarkota antarprovinsi (AKAP) di DKI Jakarta.

“Itu ada 12 hari saya menganggur total, tidak ada dana, bantuan,” kata Ketua Koperasi Karyawan AKAP Sumardi di Terminal Lintas Pasar Jumat, Jakarta Selatan, Jumat, seperti dilansir dari Antara.

Ia pun mengharapkan adanya solusi dari pemerintah mengingat larangan bagi operasional semua moda transportasi dipastikan berimbas kepada pemasukan.

Pihaknya berencana masih tetap akan menjual tiket bus setidaknya sebelum 6 Mei 2021, sembari menunggu keputusan dari perusahaan otobus.

“Berat banget rasanya, sudah dua tahun ini larangan mudik,” imbuhnya

Anto berharap kebijakan pemerintah dapat memberikan relaksasi terhadap moda transportasi bus. Salah satunya tidak menutup akses transportasi secara total. (ra/cnn)

DISKUSI: