Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Indonesiana

Mengatasi Radikalisme dengan Perbaiki Peradaban Bahari Indonesia

Published 16/11/2019 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE
Sumber: MaritimNews

LiputanIslam.com — Puluhan pemikir dan budayawan dari sejumlah wilayah di Indonesia hadir dalam Mufakat Budaya Indonesia 2019 di Jakarta, pada 29-31 Oktober 2019 lalu. Mereka mencoba merumuskan solusi untuk mengatasi persoalan radikalisme yang kian menjangkit di Indonesia.

Menurut kesimpulan mufakat tersebut, berbagai kebijakan pemerintah lah yang mendorong perilaku radikal. Misalnya, pola hubungan antara elite dan grassroot yang super dominatif dan represif, sehingga menciptakan atau menumbuhkan peluang radikalisme di kalangan masyarakat luas.

Kemudian distrust yang kian dalam dan meluas di masyarakat terhadap pemerintah yang mengakibatkan munculnya praktik-praktik radikal ketika pemerintah dalam bekerja memanipulasi rakyat sipil sebagai alat atau senjata untuk melakukan represi.

Lebih lanjut, radikalisme salah satunya disebabkan karena masyarakat mengalami kekalahan dalam mengakses sumber daya alam Indonesia. Misalnya, kehilangan lahan pertanian, tidak merasakan dampak positif dari aktivitas ekonomi yang ekstraktif seperti perkebunan, migas, dan pertambangan, serta tersumbatnya ruang untuk menyampaikan keluhan atau persoalan yang mereka rasakan tersebut. Frustasi terhadap perubahan iklim yang dikarenakan kerusakan alam.

Selain itu, para budayawan dan pemikir sepakat, perilaku radikal hadir karena bangsa Indonesia sudah kehilangan akar budaya, sebagai bangsa bahari, yang tergantikan dengan budaya daratan. Kebudayaan bahari melahirkan karakter manusia egaliter dan terbuka, sementara kebudayaan daratan melahirkan karakter manusia individual dan kompetitif.

Mereka setuju jika upaya menghentikan fenomena radikalisme diatasi dengan mengembalikan atau menumbuhkan kebudayaan bahari Indonesia.

“Kebudayaan bahari dipahami sebagai kebudayaan yang melahirkan manusia tidak egois, merasa bangga jika dirinya memberi manfaat bagi banyak orang. Bukan bangga setelah berkuasa atau mengalahkan manusia lainnya atau mampu menaklukan alam. Kebudayaan ini intinya didasari hubungan harmonis manusia dengan alam,” kata Dr. Yenrizal Tarmizi, pakar komunikasi lingkungan dari UIN Raden Fatah Palembang, Minggu [10/11/2019].

Mufakat budaya tersebut melahirkan sejumlah rekomendasi yang dapat dilakukan pemerintah maupun masyarakat sipil guna mengatasi radikalisme. Setidaknya ada empat rekomendasi, yaitu sebagai berikut:

Pertama, menghentikan kebijakan administratif yang menempatkan desa adat sebagai unit pemerintahan pusat ketika kebijakan itu mengganggu atau mendestruksi tata pemerintahan, atau hubungan sosial di tingkat lokal.

Kedua, mengajarkan kembali praktik-praktik cara hidup atau tradisi yang berbasis kebudayaan atau peradaban air [bahari] yang dibuktikan oleh sejarah lokal menciptakan kerukunan di antara warga atau rakyat, ketimbang menerapkan tiruan cara hidup daratan yang ada pada masyarakat kontinental di Eropa, Asia maupun Amerika.

Ketiga, menghapus atau menghentikan program deradikaisasi yang secara keliru justru membunuh daya nalar atau pikiran kritis publik, dan menggantinya dengan pembukaan ruang-ruang ekspresional dalam mengutarakan gagasan, baik secara intelektual maupun mental.

Keempat, pemerintah mengedepankan pendekatan yang lebih manusiawi dan empatik terhadap praktik-praktik yang terkategori radikal ketimbang satu penindakan yang bersifat represif.

Sederhananya, guna mengatasi berbagai fenomena radikalisme itu kembalikan alam Indonesia menjadi lebih baik, dan beri akses yang adil masyarakat terhadap sumber daya alam.

Sebenarnya, sejumlah skema yang ditawarkan pemerintah, seperti perhutanan sosial, rehabilitasi atau restorasi lahan dan hutan, ekonomi hijau, merupakan skema yang menjanjikan harapan tersebut. Hanya saja pelaksanaannya harus benar-benar diupayakan sesuai harapan. (Ay/Mongabay)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Nasional

Masuki Usia 15 Tahun, Organisasi ABI Rilis Siaran Pers Refleksikan Peneguhan Komitmen Kebangsaan

By Muhammad
Nasional

Belajar Isu Palestina Bersama Pakar Timur Tengah di Workshop Free Palestine Network 

By Rachel
Indonesiana

Dari Tehran, Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Palestina

By Farid
Indonesiana

[Video:] Terjemahan Pidato Lengkap Presiden Iran di Masjid Istiqlal

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account