Ma’ruf Amin Ucapkan Fokus Pemerintah Saat Ini Berubah untuk Tangani COVID-19

0
157

Sumber: Liputan6

LiputanIslam.com — Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan fokus Pemerintah saat ini berubah, yaitu untuk menghilangkan mafsadah atau bahaya yang muncul sebagai akibat dari pandemi COVID-19, sehingga program-program pembangunan mengalami perubahan fokus atau refocusing.

“Jadi fokusnya kita ubah dulu dalam rangka menanggulangi COVID-19 ini dari berbagai sektor. Kita tidak lagi membangun kemaslahatan atau kemanfaatan pada kita, atau kita kecilkan dulu itu. Tapi fokus kita sekarang adalah dalam rangka menghilangkan mafsadah dan bahaya ini,” kata Wapres Ma’ruf Amin dalam keterangannya di Jakarta, Senin (11/5).

Sebelumnya pemerintah melakukan lima program prioritas yang meliputi pembangunan sumber daya manusia (SDM), pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, reformasi birokrasi, dan transformasi ekonomi.

Namun, adanya pandemi Covid-19, pemerintah pun memilih untuk melakukan perubahan fokus tersebut.

Saat ini, setidaknya ada tiga hal yang mendapat perhatian lebih besar dari Pemerintah dalam rangka menanggulangi pandemi COVID-19. Pertama, Pemerintah akan melakukan tes kesehatan secara masif untuk mengetahui seberapa banyak masyarakat yang terdampak maupun terinfeksi COVID-19.

“Pertama adalah melakukan tes masif untuk mengetahui seberapa jauh bangsa ini yang sudah terkena, yang positif. Jadi melakukan tes secara masif dan agresif,” katanya.

Baca juga: Tangani COVID-19, Presiden Tekankan 3 Hal

Selanjutnya, pelayanan di bidang kesehatan juga ditingkatkan untuk memperbesar potensi pasien terinfeksi COVID-19 yang sembuh dan meminimalkan jumlah pasien meninggal dunia akibat virus tersebut.

Terakhir, kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diperluas ke daerah-daerah untuk meminimalkan penyebaran COVID-19 dari wilayah pusat penyebaran di Jabodetabek. Kebijakan tersebut antara lain membatasi pergerakan manusia antarwilayah lewat pembatasan transportasi dan kegiatan perekonomian. (Ay/Antara/Kompas)

DISKUSI: