Ma’ruf Amin Minta Santri Dikecualikan dari Aturan Larangan Mudik

0
538

Ma’ruf Amin. Sumber: Kompas

Jakarta, LiputanIslam.com—Pemerintah memberlakukan larangan mudik menjelang Lebaran 2021. Namun, Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta agar para santri dikecualikan dari aturan ini dan dibolehkan pulang ke rumah saat Lebaran.

Hal ini disampaikan oleh juru bicara Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Masduki Baidlowi, dalam keterangannya pada Jumat (23/4/2021).

“Wakil Presiden minta agar ada dispensasi untuk santri bisa pulang ke rumah masing-masing tidak dikenai aturan-aturan ketat terkait larangan mudik yang berhubungan dengan konteks pandemi saat ini,” katan Masduki, seperti dilansir dari detikcom.

Masduki menjelaskan, para santri layak dikecualikan dari aturan larangan mudik karena Lebaran adalah waktu bagi mereka untuk pulang ke rumah setelah belajar dalam waktu lama di Pondok Pesantren. Para santri ini disebut banyak yang pulang lintas wilayah.

“Pada saat terjadi larangan mudik Lebaran nanti itu juga akan terjadi para santri pondok pesantren akan pulang dari belajar. Dalam hal ini, tentu saja kalau kita mengikuti peraturan-peraturan yang ada para santri yang sedang pulang belajar dari pesantren ke rumah masing-masing itu terkadang banyak yang lintas wilayah, oleh itu dalam hal ini perlu ada semacam dispensasi,” tambahnya.

Dispensasi kepada santri telah diterapkan oleh Jawa Timur. Masduki pun meminta agar daerah-daerah lain ikut memberikan kemudahan bagi santri untuk pulang.

“Satu contoh yang bagus itu sudah dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur, nah bagaimana supaya daerah daerah yang lain seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, ataupun daerah-daerah lain itu memberikan kemudahan khusus kepada para santri yang pulang belajar dari pesantren,” katanya.

Menurut Masduki, Ma’ruf juga meminta Nahdlatul Ulama mengirimkan surat terkait hal ini. Surat itu disebut dapat ditujukan kepada Presiden ataupun ke pihak kepolisian.

“Itulah permohonan dari Wakil Presiden semoga ada kemudahan lah oleh santri santri, bahkan dalam hal-hal tertentu kalau dianggap perlu Wakil Presiden juga meminta pengurus besar Nahdlatul Ulama untuk membikin surat kepada khusus. Apakah kepada Presiden atau Wakil Presiden atau Kaditlantas supaya ada dispensasi, itu penting agar santri yang pulang belajar bisa bertemu dengan orang tuanya dengan lancar,” tuturnya. (ra/detik)

DISKUSI: