Maret 2020, Defisit APBN Capai Rp 76,4 Triliun

0
470

Sumber: mediaindonesia.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) pada periode Januari-Maret 2020 mencapai Rp 76,4 triliun.

Defisit tersebut setara dengan 0,45 persen dari produk domestik bruto (PDB). Akan tetapi, realisasi defisit APBN Maret 2020 lebih rendah dibandingkan periode yang tahun sebelumnya sebesar Rp 103,1 triliun atau 0,65 persen dari PDB.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, defisit APBN terjadi karena pendapatan negara lebih rendah dari belanja negara.

Pada Maret 2020, pendapatan negara baru mencapai Rp 375,9 triliun atau 16,8 persen dari target APBN 2020 sebesar Rp 2.233,2 triliun. Pencapaian tersebut lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya tumbuh 4,6 persen menjadi Rp 349 triliun.

Baca: Sri Mulyani Prediksi Defisit APBN 2020 Melebar dari Target

Dia mengungkapkan, penerimaan negara tidak berasal dari kegiatan ekonomi yang meningkat, melainkan diitopang oleh pembayaran dividen dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang lebih awal.

“Ini karena bank-bank BUMN RUPS lebih awal, kemudian bayarkan dividen di Maret lalu. Inilah yang membuat penerimaan negara melonjak,” ujarnya, Jumat (17/4).

Menkeu menyebutkan, penerimaan pajak turun 2,5 persen menjadi Rp 241,6 triliun. Sedangkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp 96 triliun atau naik 36,8 persen.

Sementara itu, sepanjang Januari-Maret 2020, realisasi belanja negara mencapai Rp 452,4 triliun atau tumbuh 0,1 persen secara tahunan. Namun, jika dibandingkan Maret 2019, angka tersebut tumbuh 7,7 persen secara tahunan. (sh/kontan/cnnindonesia).

DISKUSI: