Kronologi Kasus Cuitan Novel Baswedan tentang Ustad Maaher yang Dipolisikan

0
101

sumber: kabar24

Jakarta, LiputanIslam.com—Cuitan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan soal Ustad Maaher akhirnya dilaporkan ke polisi oleh DPP Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa Mitra Kamtibmas (PPMK).

Pelaporan ini didasarkan pada dugaan ujaran provokasi dan hoaks di media sosial yang dilakukan Novel di akun Twitternya.

Berikut ini kronologi kasus Novel Baswedan yang dirangkum oleh LiputanIslam.com:   

  1. Ustad Maaher Meninggal di Dalam Penjara

Dilansir dari Tempo, Maaher yang memiliki nama asli Soni Eranata merupakan tersangka kasus ujaran kebencian yang ditahan sejak Jumat, 4 Desember 2020. Maaher kemudian meninggal Senin, 8 Februari 2021. Namun, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono enggan mengungkap sakit yang diderita Maaher.

  1. Cuitan Novel Baswedan

Tak lama setelah kabar kematian Maaher tersebar, Novel menyampaikan duka melalui akun Twitter pribadinya, @nazaqistsha. “Innalillahi Wainnailahi Rojiun, Ustad Maaher meninggal di Rutan Polri,” ujar Novel pada Selasa, 9 Februari 2021.

Tak hanya itu, Novel menyayangkan sikap kepolisian yang tetap menahan Maheer meski tahu menderita sakit. “Padahal kasusnya penghinaan, ditahan, lalu sakit. Orang sakit kenapa dipaksakan ditahan? Aparat jangan keterlaluan lah, apalagi dengan ustad. Ini bukan sepele loh.”‘

  1.  Novel Dilaporkan

Pada Kamis, 11 Februari 2021, PPMK melaporkan Novel atas cuitan tersebut. Selain dinilai menyebarkan hoaks, Novel juga dianggap menyebarkan provokasi dan mendiskreditkan institusi Polri.

“Kami meminta Bareskrim Polri dalam hal ini untuk memanggil saudara Novel untuk klarifikasi cuitan tersebut,” ucap Wakil Ketua Umum DPP PPMK Joko Priyoski di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan pada Kamis, 11 Februari 2021.

Joko menilai, Novel tidak punya kewenangan mengomentari kerja sesama aparat penegak hukum.

  1. Novel: Saya Hanya Peduli terhadap Rasa Kemanusiaan

Menanggapi cuitannya yang dipermasalahkan, Novel Baswedan menyatakan bahwa apa yang dilakukan adalah bentuk kepedulian terharap rasa kemanusiaan. Ia mengatakan, hampir tidak pernah mendengar ada tahanan kasus penghinaan yang meninggal di dalam ruang tahanan.

“Apa yang saya sampaikan itu adalah bentuk kepedulian terhadap rasa kemanusiaan,” kata Novel pada Kamis (11/2/2021) diseperti dilansir dari Kompas.

“Jadi ini ada masalah, bukan hal wajar menahan orang yang sakit,” ucap Novel. Lebih lanjut, Novel enggan menanggapi pelaporan yang ditujukan kepadanya. “Pelaporan itu aneh, dan tidak ingin saya tanggapi,” kata dia.

  1. Tanggapan KPK

Sementara itu, Ketua Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yudi Purnomo Harahap menyayangkan adanya laporan polisi kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan. Apalagi, menurut dia, pemerintah telah terbuka atas kritik dari masyarakat.

“Saya menyayangkan adanya laporan terhadap penyidik senior KPK tersebut. Apalagi pemerintah sendiri sudah menyatakan terbuka atas kritik,” kata Yudi dalam keterangan tertulis, Kamis (11/2/2021). (ra/kompas/tempo)

DISKUSI: