KPK Tangkap Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Kepala Daerah Penuh Prestasi

0
190

sumber: Sindo

Jakarta, LiputanIslam.com Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, ditangkap tangan (OTT) oleh tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (26/2) malam.

Dilansir dari CNN Indonesia, Plt. Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, telah membenarkan adanya penangkapan ini terkait dugaan tindak pidana korupsi. Namun, ia enggan menyampaikan secara spesifik kasus dugaan korupsi yang dilakukan Nurdin. Pun begitu dengan pihak lain yang terjaring dalam operasi senyap tersebut.

Berdasarkan ketentuan KUHAP, KPK memiliki waktu 1×24 jam guna menentukan status hukum Nurdin beserta pihak lain yang diamankan.

“Tim masih bekerja dan perkembangannya nanti akan kami sampaikan kepada rekan-rekan semua,” pungkas Ali.

Dari informasi yang dihimpun, tim penindakan KPK mengamankan lima orang dan satu koper berisi uang Rp1 miliar rupiah. Saat ini Nurdin sedang dalam perjalanan ke kantor KPK, Jakarta.

Sebelumnya, Nurdin diketahui sebagai kepala daerah segudang prestasi dalam bidang akademik maupun politik.

Sebelum terjun ke politik, Nurdin bergelut sebagai akademisi. Ia menamatkan studi S1 di Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Hasanuddin, Makassar. Nurdin kemudian menempuh studi S2 Master of Agriculture di Universitas Kyushu, Jepang, dan menyelesaikan S3 di kampus yang sama.

Ia juga dikukuhkan menjadi Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin. Nurdin kemudian menjadi Bupati Bantaeng selama dua periode, yakni 2008-2013 dan 2013-2018, sebelum akhirnya menjabat Gubernur Sulawesi Selatan.

Pria ini berhasil membawa transformasi Kabupaten Bantaeng dari daerah tertinggal menjadi salah satu pusat ekonomi baru di Sulsel. Di masa kepemimpinannya sebagai bupati, Nurdin cukup serius menggarap sektor pertanian.

Bahkan pada tahun 2017 lalu, Nurdin Abdullah memperoleh penghargaan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) 2017. Seperti diketahui BHACA diberikan untuk individu yang dinilai bersih dari praktik korupsi, tak menyalahgunakan kekuasaannya, dan memiliki pengaruh di masyarakat dalam pemberantasan korupsi.

Dikutip dari Kabar24.bisnis.com, dia juga sempat mendapatkan gelar ‘Tokoh Perubahan’ pada 2015 lalu. (ra/okezone/kabar24/cnn)

DISKUSI: