Korban Pemukulan Satpol PP Gowa Dipolisikan oleh Ormas, Kenapa?

0
383

Foto: Oknum Satpol PP dan korban (Sindonews)

Jakarta, LiputanIslam.com—Ormas Brigade Muslim Indonesia melaporkan korban pemukulan oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Nur Halim dan istrinya, Amriana alias Riyana Kasturi ke pihak kepolisian.

Ormas ini melaporkan keduanya atas tudingan berita bohong atau hoaks soal kehamilan.

“Kami laporkan kedua orang itu di Mapolres Gowa. Alat bukti yang kami bawa salah satunya rekaman video live Facebook si Ivan (Nur Halim) yang menyatakan istrinya itu tidak hamil,” kata Ketua Brigade Muslim Indonesia, Muh Zulkifli, Kamis (22/7).

Pada awalnya, Zulkifli mengaku prihatin kepada pasangan suami istri karena mengalami tindakan kekerasan dari eks Sekretaris Satpol PP Mardani Hamdan saat operasi penertiban PPKM. Tetapi, kemudian ia menyadari pasutri tersebut berbohong ketika mereka mengaku sang istri sedang hamil.

Karena itu, ia berinisitif untuk melaporkan kasus ini ke kepolisian atas nama keadilan hukum.

“Saya tidak kenal dengan pak Satpol PP. Saya juga tak kenal dengan pemilik kafe (korban). Ini murni untuk keadilan hukum,” klaim Zulkifli.

Dalam keterangan resmi di Makassar, suami Amriana, Nur Halim, menuturkan bahwa ia sengaja mengungkap bahwa istrinya sedang hamil untuk melindunginya dari tersangka, Mardani Hamdan.

“Kenapa saya katakan istri saya hamil, karena saya tidak mau istri saya diapa-apai oleh satpol tersebut. Saya ingin melindungi istri saya. Takutnya dia pukuli istri saya. Jadi secara spontan saya bilang hamil,” kata Nur Halim, Senin (19/7).

Selain itu, ia yakin bahwa istrinya hamil sudah hamil dua bulan setelah pernikahan mereka.

Tersangka dugaan kekerasan yang terekam kamera video pengawas (CCTV) iti, Mardani, kini telah dipecat dari jabatannya sebagai Sekretaris Satpol PP Gowa oleh Bupati Adnan Purichta Ichsan. (ra/cnn)

 

DISKUSI: