Kondisi Terkini Mamuju-Majene Setelah Gempa 6,2 SR

0
277

Sumber: detiknews

Jakarta, LiputanIslam.com—Kabar duka datang dari Kabupaten Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat. Akibat gempa bermagnitudo 6,2 pada Jumat (15/01) dini hari, jumlah korban meninggal dunia terus bertambah.

Menurut BNPB sepeti dilansir dari BBC (15/1), setidaknya delapan orang meninggal dunia dan sekitar 637 orang terluka hingga sekitar pukul 11.10 WIB hari ini.

Jumlah korban diperkirakan akan bertambah karena adanya kemungkinan korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan gedung.

Gempa Mamuju menyebabkan kerusakan parah pada Hotel Maleo, kantor Gubernur Sulbar, serta RSUD Mamuju. Selain itu, setidaknya 300 unit rumah rusak, dan jaringan listrik mengalami pemadaman.

Sejauh ini, setidaknya 15.000 jiwa orang telah mengungsi di sejumlah titik, antara lain Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, serta Desa Deking.

 

Komunikasi Terputus

Akibat gempa, saluran komunikasi di Kabupaten Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat terputus, seperti dilaporkan oleh Kepala Kantor SAR Mamuju Saidar Rahmanjaya, dalam wawancara dengan Kompas TV, Jumat (15/1)

Sulitnya jaringan komunikasi di tempat tersebut, ungkap Saidar, membuat pihaknya harus mencari titik lokasi yang tepat untuk mendapatkan sinyal.

Jaringan komunikasi bahkan hilang sama sekali di titik lokasi robohnya Gedung Perkantoran Gubernur Sulawesi Barat.

Bahkan karena sulitnya berkomunikasi, Saidar mengaku belum bisa menyampaikan rencana operasi evakuasi korban gempa kepada Kantor SAR Pusat.

 

Warga Sulit Akses Makanan dan Air

Seorang warga Mamuju, Indrawati, melaporkan bahwa warga sekitar mengalami kesulitan mengakses air bersih dan makanan.

Pasalnya, semua pusat perbelanjaan di Kota Mamuju tutup atau tak beroperasi karena roboh.

Karena itu, ia meminta Pemerintah Pusat lebih gencar mengirimkan bantuan untuk para warga. (ra/BBC/kompas)

DISKUSI: