KKP Targetkan Nilai Ekspor Rajungan Lebih dari Rp 5,3 Triliun

0
77

Sumber: agrobisnis.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berusaha mendorong ekspor rajungan. Pada tahun ini, KKP menargetkan nilai ekspor rajungan lebih dari Rp 5,3 triliun.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Agus Suherman menyebutkan, volume ekspor rajungan termasuk kepiting pada tahun lalu mencapai 25,9 ribu ton dengan nilai Rp 5,3 triliun. Pada tahun ini, pihaknya akan meningkatkan agar nilai ekspor rajungan lebih dari tahun lalu.

Baca: Indonesia Ekspor 20 Ribu Ton Komoditas Perikanan

“Untuk itu, tahun 2020 kita harus dorong terus agar ada peningkatan ekspor rajungan, salah satunya dari Jawa Tengah,” kata Agus, Selasa (21/1).

Dia menuturkan, Jawa Tengah merupakan salah satu daerah penghasil rajungan terbesar. Sampai dengan 21 Januari 2020, ekspor rajungan dari Kabupaten Demak dan Rembang ke Amerika Serikat dan Hong Kong tercatat sebesar 161 ton atau senilai Rp 30,37 miliar.

Dia menyampaika, ekspor rajungan tersebut berasal dari Unit Pengolahan Ikan (UPI) Rajungan yang berada di Kabupaten Demak dan Rembang.

“Salah satu pemasok utamanya Desa Betahlawang, Kabupaten Demak, yang kerap dikenal sebagai ‘Kota Rajungan’,” ujarnya.

Berdasarkan catatan KKP, pasar terbesar untuk ekspor komoditas rajungan adalah Amerika Serikat. Ekspor tersebut didominasi dengan produk olahan dalam kemasan kedap udara atau kaleng.

Akan tetapi, dia menilai, pangsa pasar rajungan tidak hanya Amerika Serikat karena potensi pasar rajungan sangat luas. Tidak menutup kemungkinan ekspor rajungan akan menyasar sejumlah negara lainnya, seperti China, Malaysia, Jepang, Singapura, Perancis dan Inggris.

“Potensi pasar rajungan sangat luas, maka dari itu kami ingin terus meningkatkan produk komoditas rajungan dalam negeri,” ungkapnya. (sh/tempo/kompas)

DISKUSI: